Yusuf
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِم مِّنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰٓ ۗ أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۗ وَلَدَارُ ٱلْـَٔاخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ 109
(109) Selanjutnya Allah berfirman, ﴾ وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالٗا ﴿ "Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki", mak-sudnya Kami tidak mengutus dari golongan malaikat dan tidak pula selain mereka dari golongan makhluk-makhluk lainnya. Mengapa kaummu menganggap aneh risalah (yang engkau bawa) dan meng-klaim bahwa dirimu tidak memiliki keutamaan apa pun atas me-reka. Engkau memiliki teladan yang baik dari para rasul yang diutus sebelummu, ﴾ نُّوحِيٓ إِلَيۡهِم مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰٓۗ ﴿ "yang Kami berikan wahyu kepada me-reka di antara penduduk negeri", maksudnya bukan dari perdusunan. Justru dari penduduk negeri yang mana mereka itu akal-akalnya lebih sempurna dan pikirannya pun lebih akurat, supaya urusan mereka menjadi jelas dan kepentingan mereka menjadi terang. ﴾ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi", jika mereka tidak mempercayai perkataanmu, ﴾ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۗ ﴿ "lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)", bagaimana Allah membinasakan mereka atas pendustaan yang mereka lakukan. Maka berhati-hati-lah, (jangan sampai) kalian berkubang pada kebiasaan yang mereka kerjakan, akibatnya kalian akan ditimpa azab yang telah menimpa mereka ﴾ وَلَدَارُ ٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "dan sesungguhnya kampung akhirat", surga de-ngan seisinya berupa kenikmatan yang lestari ﴾ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْۚ ﴿ "adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa", kepada Allah dengan me-naati perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Karena kenikmatan dunia menyusahkan, menyulitkan, dan pasti akan berhenti. Sedangkan kenikmatan akhirat adalah sempurna, paripurna tidak lenyap selamanya. Bahkan abadi dengan selalu mengalami pertambahan dan kontinyu, dan pemberian yang tiada pernah terputus. ﴾ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu memikirkannya?" Tidakkah kalian mempunyai akal sehat yang mau mengedepankan sesuatu yang lebih baik daripada yang kenikmatan yang lebih rendah?