Yunus
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ 95
(95) ﴾ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَتَكُونَ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah sehingga menyebabkanmu termasuk orang-orang yang rugi." Kesim-pulannya adalah bahwa Allah melarang dua perkara: Meragukan al-Qur`an dan mempertanyakan kebenarannya, lebih buruk dari itu adalah mendustakannya. Padahal al-Qur`an itu adalah ayat-ayat Allah yang jelas yang tidak menerima pendustaan dari segi mana-pun. Allah menjadikan kerugian sebagai akibat atas hal ini yaitu ketidakberuntungan dengan pendustaan ini, dan kerugian itu de-ngan lenyapnya pahala di dunia dan akhirat dan diraihnya azab di dunia dan akhirat. Larangan terhadap sesuatu adalah perintah kepada sebaliknya, maka ini berarti perintah untuk membenarkan al-Qur`an secara sempurna, kemantapan hati kepadanya dan mem-perhatikannya dengan mengkaji dan mengamalkannya. Dengan itu seorang hamba termasuk orang-orang yang beruntung yang men-dapatkan keinginan mulia, sasaran yang berharga, dan keutamaan yang sempurna, serta kerugian menjauh darinya.