Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ghaashiya
Surah 88

Al-Ghaashiya

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 2–7

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَـٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ 3 تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً 4 تُسْقَىٰ مِنْ عَيْنٍ ءَانِيَةٍ 5 لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ 6 لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِى مِن جُوعٍ 7

(2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita.