Abasa
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
عَبَسَ وَتَوَلَّىٰٓ 1 أَن جَآءَهُ ٱلْأَعْمَىٰ 2 وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُۥ يَزَّكَّىٰٓ 3 أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ ٱلذِّكْرَىٰٓ 4 أَمَّا مَنِ ٱسْتَغْنَىٰ 5 فَأَنتَ لَهُۥ تَصَدَّىٰ 6 وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ 7 وَأَمَّا مَن جَآءَكَ يَسْعَىٰ 8 وَهُوَ يَخْشَىٰ 9 فَأَنتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ 10
Sebab turunnya ayat-ayat mulia ini adalah seorang Mukmin buta[133] datang seraya bertanya kepada Nabi a dan belajar dari beliau, kemudian ada orang kaya juga datang. Nabi a amat ingin menunjukkan manusia, hanya saja beliau lebih condong pada orang kaya dan berpaling dari si buta lagi miskin demi mengharap agar si kaya mendapatkan petunjuk dan demi mengharap agar si kaya menyucikan hatinya. Lalu Allah سبحانه وتعالى menegurnya dengan teguran lembut ini seraya berfirman;
(1-10) ﴾ عَبَسَ ﴿ "Dia (Muhammad) bermuka masam" di wajah beliau, ﴾ وَتَوَلَّىٰٓ ﴿ "dan berpaling" dengan raganya karena orang buta mendatanginya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan manfaat me-nyambutnya seraya berfirman, ﴾ وَمَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّهُۥ ﴿ "Tahukah kamu barang-kali ia," yakni orang buta tersebut, ﴾ يَزَّكَّىٰٓ ﴿ "ingin membersihkan dirinya (dari dosa)," yaitu membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin berakhlak terpuji, ﴾ أَوۡ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ ٱلذِّكۡرَىٰٓ ﴿ "atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya," yakni, mendapatkan pengajaran tentang sesuatu sehingga ia mendapat-kan manfaat dari pelajaran itu. Ini adalah manfaat besar dan itulah maksud diutusnya para rasul, maksud dari petuah orang yang memberi nasihat dan maksud dari peringatan orang yang memberi peringatan. Sambutanmu pada orang yang datang sendiri seraya memerlukanmu itu lebih layak dan wajib, sedangkan berpalingnya engkau pada orang kaya yang tidak memerlukanmu yang tidak mau bertanya dan meminta fatwa karena tidak memiliki keinginan pada kebaikan dan engkau tinggalkan orang yang lebih utama itu tidak layak bagimu. Tugasmu hanyalah memberi pengajaran, bila pun ia tidak mau mengambil pelajaran dengan membersihkan diri, engkau tidak akan dimintai pertanggungan jawab atas perbuatan buruk yang ia lakukan. Hal ini menunjukkan pada kaidah masyhur; sesuatu yang telah diketahui tidak ditinggalkan untuk sesuatu yang belum jelas, tidak juga maslahat yang nyata ditinggalkan untuk maslahat yang belum jelas. Dan menyambut murid yang memerlukan dan penuh kemauan lebih layak dari yang lainnya.