Al-Qiyaama
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
فَإِذَا بَرِقَ ٱلْبَصَرُ 7 وَخَسَفَ ٱلْقَمَرُ 8 وَجُمِعَ ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ 9 يَقُولُ ٱلْإِنسَـٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ ٱلْمَفَرُّ 10
Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi Hari Kiamat seraya berfirman,
(7-10) Maksudnya, ﴾ فَإِذَا ﴿ "maka apabila," tiba Hari Kiamat, ﴾ بَرِقَ ٱلۡبَصَرُ ﴿ "mata terbelalak (ketakutan)," yakni, mata terbelalak (melotot) oleh kengerian karena huru-hara besar, dan terbelalak tidak terpe-jam, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ 42 مُهۡطِعِينَ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ لَا يَرۡتَدُّ إِلَيۡهِمۡ طَرۡفُهُمۡۖ وَأَفۡـِٔدَتُهُمۡ هَوَآءٞ 43 ﴿ "Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." (Ibrahim: 42-43). ﴾ وَخَسَفَ ٱلۡقَمَرُ ﴿ "Dan apabila bulan telah hilang cahayanya," yakni, hilang sinar dan kekuatannya, ﴾ وَجُمِعَ ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ ﴿ "dan matahari dan bulan dikumpulkan." Keduanya sejak diciptakan Allah سبحانه وتعالى tidak pernah di-satukan, dan pada Hari Kiamat Allah سبحانه وتعالى akan menyatukan kedua-nya. Cahaya rembulan dilenyapkan, matahari digulung, kemudian keduanya dilemparkan ke dalam neraka agar semua manusia mengetahui bahwa keduanya adalah dua ciptaan dan hamba Allah سبحانه وتعالى yang ditundukkan, dan agar orang-orang yang menyembah keduanya mengetahui bahwa mereka berdusta. ﴾ يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ ﴿ "Pada hari itu manusia berkata," ketika melihat hal-hal mengerikan, ﴾ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ ﴿ "Ke mana tempat lari?" Yakni, kemanakah tempat lari dan terlepas dari semua yang akan menimpa kami?