Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Haaqqa
Surah 69

Al-Haaqqa

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 30–37

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ 30 ثُمَّ ٱلْجَحِيمَ صَلُّوهُ 31 ثُمَّ فِى سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَٱسْلُكُوهُ 32 إِنَّهُۥ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ ٱلْعَظِيمِ 33 وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ 34 فَلَيْسَ لَهُ ٱلْيَوْمَ هَـٰهُنَا حَمِيمٌ 35 وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ 36 لَّا يَأْكُلُهُۥٓ إِلَّا ٱلْخَـٰطِـُٔونَ 37

(30-37) Pada saat itu ia diperintahkan untuk disiksa, dika-takan kepada Zabaniyah malaikat yang bengis dan kejam, ﴾ خُذُوهُ فَغُلُّوهُ ﴿ "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya." Maksudnya, kenakan belenggu di lehernya hingga tercekik, ﴾ ثُمَّ ٱلۡجَحِيمَ صَلُّوهُ ﴿ "kemu-dian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala." Mak-sudnya, bolak-balikkan dia di atas bara dan kobarannya, ﴾ ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا ﴿ "kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta," yang berasal dari belenggu Neraka Jahanam yang amat panas membara. Belitlah dia dengan dimasukkan dari anus-nya hingga menusuk keluar dari mulutnya kemudian digantung dan terus disiksa dengan azab yang mengerikan. Alangkah buruk-nya azab dan siksa. Duhai meruginya dia dengan penghinaan dan celaan. Penyebabnya sampai di tempat itu adalah, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ لَا يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ ٱلۡعَظِيمِ ﴿ "sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha-agung." Ia kufur terhadap Rabbnya, membangkang para rasulNya, dan menolak kebenaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ ﴿ "dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin." Maksudnya, di hatinya tidak ada belas kasih terhadap para fakir miskin. Ia tidak pernah memberi mereka ma-kan dari hartanya dan tidak mendorong orang lain untuk memberi mereka makan, karena tidak adanya nilai Agama dalam dirinya. Oleh karena itu, pusat dan unsur kebahagiaan itu ada dua; ikhlas karena Allah سبحانه وتعالى semata yang akarnya ada pada keimanan terhadap Allah سبحانه وتعالى dan berbuat baik terhadap sesama. Karena itulah mereka berhak mendapatkan apa yang mereka peroleh. ﴾ فَلَيۡسَ لَهُ ٱلۡيَوۡمَ هَٰهُنَا ﴿ "Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini di sini." Pada Hari Kiamat tidak ada seorang ﴾ حَمِيمٞ ﴿ "teman" dan sahabat pun yang bisa menolongnya agar bisa selamat dari azab Allah سبحانه وتعالى dan bisa membuatnya mendapatkan pahala Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَلَا تَنفَعُ ٱلشَّفَٰعَةُ عِندَهُۥٓ إِلَّا لِمَنۡ أَذِنَ لَهُۥۚ ﴿ "Dan tiadalah berguna syafa'at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkanNya memperoleh syafa'at itu." (Ghafir: 18). ﴾ مَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ حَمِيمٖ وَلَا شَفِيعٖ يُطَاعُ 18 ﴿ "Orang-orang yang zhalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya." (Al-Mu`min: 18). Ia tidak mendapat ﴾ طَعَامٌ إِلَّا مِنۡ غِسۡلِينٖ ﴿ "makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah." Yaitu darah bercampur nanah pendu-duk neraka yang amat panas, pahit, busuk dan tidak enak. Tidak ada yang memakan makanan seperti ini ﴾ إِلَّا ٱلۡخَٰطِـُٔونَ ﴿ "kecuali orang-orang yang berdosa." Yaitu orang-orang yang tersesat dari jalan yang lurus dan menempuh jalan lain yang mengantarkan mereka menuju Neraka Jahim. Karena itu mereka berhak mendapatkan siksaan yang pedih.