Al-Qalam
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓا۟ إِنَّا لَضَآلُّونَ 26 بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ 27
(26-27) ﴾ فَلَمَّا رَأَوۡهَا ﴿ "Tatkala mereka melihat kebun itu," dalam kondisi seperti yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى seperti malam yang gelap, ﴾ قَالُوٓاْ ﴿ "mereka berkata," karena bingung dan resah, ﴾ إِنَّا لَضَآلُّونَ ﴿ "Sesung-guhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan)," bingung tidak mengetahui kebunnya, sepertinya kebun yang lain. Ketika mereka telah memastikan kebunnya telah hangus, mereka kembali berpikir seraya berkata, ﴾ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ ﴿ "Bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)," yakni hasil panen kebun ini. Pada waktu itu mereka baru menyadari bahwa itu adalah hukuman.