At-Tahrim
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
عَسَىٰ رَبُّهُۥٓ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبْدِلَهُۥٓ أَزْوَٰجًا خَيْرًا مِّنكُنَّ مُسْلِمَـٰتٍ مُّؤْمِنَـٰتٍ قَـٰنِتَـٰتٍ تَـٰٓئِبَـٰتٍ عَـٰبِدَٰتٍ سَـٰٓئِحَـٰتٍ ثَيِّبَـٰتٍ وَأَبْكَارًا 5
(5) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam keduanya dengan se-suatu yang amat memberatkan bagi para istri yaitu talak yang me-rupakan hal terbesar bagi mereka seraya berfirman, ﴾ عَسَىٰ رَبُّهُۥٓ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبۡدِلَهُۥٓ أَزۡوَٰجًا خَيۡرٗا مِّنكُنَّ ﴿ "Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Rabbnya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu." Maksudnya, janganlah kalian menyusahkan Nabi a, sebab andai dia menceraikan kalian, hal itu tidak akan membuatnya susah dan dia tidak melakukan tindakan yang membahayakan kalian. Karena Allah سبحانه وتعالى akan memberinya ganti istri-istri yang lebih baik dari kalian dari segi agama dan kecantikan. Hal ini dikaitkan de-ngan sesuatu, yang jika sesuatu itu tidak ada atau tidak terjadi, maka hal tersebut tidak berlaku. Maksudnya, Rasulullah a tidak menceraikan keduanya, sebab andai keduanya dicerai, tentu Allah سبحانه وتعالى tidak menyebutkan sifat-sifat baik kedua istri tersebut yang me-madukan antara Islam dengan menunaikan syariat-syariat yang zahir, keimanan dengan menunaikan syariat-syariat batin seperti akidah-akidah dan amalan hati dan senantiasa taat. ﴾ تَٰٓئِبَٰتٍ ﴿ "Yang bertaubat," dari segala sesuatu yang tidak disenangi Allah سبحانه وتعالى. Kedua istri mulia Rasulullah a tersebut disifati sebagai sosok yang menu-naikan amalan yang disukai Allah سبحانه وتعالى dan bertaubat dari amalan yang tidak disukai Allah سبحانه وتعالى. ﴾ ثَيِّبَٰتٖ وَأَبۡكَارٗا ﴿ "Yang janda dan yang pera-wan." Maksudnya, ada yang janda dan ada yang perawan, agar Rasulullah a bisa memilih apa pun yang beliau senangi. Ketika keduanya mendengar ancaman dan didikan ini, mereka langsung melakukan amalan yang membuat Rasulullah a ridha. Sifat tersebut di atas cocok dan berlaku pada kedua istri mulia Rasulullah a ini sehingga mereka berdua adalah wanita-wanita Mukmin terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى selalu me-milihkan kondisi dan keputusan terbaik bagi Rasulullah a. Karena Allah سبحانه وتعالى memilihkan untuk Rasulullah a agar tetap mempertahan-kan istri-istrinya, hal itu menunjukkan bahwa mereka adalah istri-istri paling baik dan paling sempurna.