Al-An'aam
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَلِتَصْغَىٰٓ إِلَيْهِ أَفْـِٔدَةُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا۟ مَا هُم مُّقْتَرِفُونَ 113
(113) Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَلِتَصۡغَىٰٓ إِلَيۡهِ ﴿ "Agar cenderung kepada bisikan itu," maksudnya, condong kepada ucapan yang indah tersebut ﴾ أَفۡـِٔدَةُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat." Karena ketidakimanan mereka kepada Hari Akhir dan ketiadaan akal mereka yang berguna yang telah membawa mereka kepada hal tersebut. ﴾ وَلِيَرۡضَوۡهُ ﴿ "Agar mereka merasa senang kepadanya," setelah mereka cenderung kepadanya. Mereka cenderung kepadanya lebih dahulu, lalu apabila mereka condong kepadanya dan melihat kata-kata indah itu, maka mereka rela menerimanya, dan ia dihiasi dengan kesesatan di dalam hati mereka lalu menjadi keyakinan yang ter-patri dan sifat yang tidak terpisahkan, kemudian akibat dari itu adalah munculnya perbuatan-perbuatan dan perkataan yang telah diperbuat oleh setan yakni mereka mendatangkan ucapan dan perbuatan dusta yang merupakan konsekuensi dari keyakinan-keyakinan buruk itu. Inilah keadaan orang-orang yang berdusta, setan-setan manusia dan jin yang menjawab ajakan mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepada Hari Akhir, para pemilik akal yang sempurna, dan pemikiran yang terukur, maka mereka tidak tertipu oleh kata-kata tersebut, mereka tidak terjerat oleh jebakan-jebakan tersebut, justru semangat mereka diarahkan untuk menge-tahui hakikat-hakikat (keimanan kepada Hari Akhir), mereka mene-laah makna-makna yang dilontarkan oleh para penyeru, jika benar maka mereka menerimanya dan tunduk kepadanya meskipun ia dibungkus dengan kata-kata yang kurang dan ungkapan-ungkapan yang tidak memadai, dan jika ia batil maka mereka mengembalikan-nya kepada pengusungnya, siapa pun dia, meskipun ia dibungkus dengan kata-kata yang indah yang lebih lembut dari sutra. Di antara hikmah Allah menjadikan musuh-musuh bagi para nabi dan penyokong bagi kebatilan yang menyerukan kepada kebatilan adalah sebagai realisasi ujian kepada manusia agar orang yang benar dengan orang yang dusta, orang yang berakal dengan orang bodoh, orang yang melihat dengan orang yang buta menjadi terbedakan. Dan di antara hikmahNya adalah bahwa hal itu me-ngandung penjelasan dan keterangan terhadap kebenaran, karena kebenaran menjadi bercahaya dan bersinar jika kebatilan berdiri melawan dan memusuhinya, dalam kondisi itu dalil-dalil dan bukti-bukti kebenaran menjadi nyata yang menunjukkan kepada kebenaran dan hakikatnya, begitu pula kerusakan dan keburukan kebatilan akan terlihat secara nyata yang mana itu termasuk target besar, yang dicari-cari oleh orang-orang yang berlomba-lomba mencarinya.