Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Hashr
Surah 59

Al-Hashr

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 10

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَـٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ 10

(10) Kedua golongan mulia dan suci di atas adalah para sahabat yang mulia dan para imam bagi orang-orang utama. Me-reka adalah sosok yang telah meraih predikat sebagai yang terde-pan, nilai-nilai keutamaan dan sifat baik yang tidak bisa disaingi oleh orang-orang setelah mereka dan belum pernah didapat oleh orang-orang sebelum mereka. Mereka pun menjadi para pemimpin kaum Mukminin, Muslimin dan orang-orang bertakwa. Cukuplah bagi generasi setelah mereka mendapatkan kebaikan dengan ber-jalan di belakang mereka dan menjadikan petunjuk mereka sebagai pemimpin. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut generasi-generasi setelah mereka, yaitu orang-orang yang mengikuti mereka dan seluruh orang yang ada setelah mereka seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka," yakni setelah kaum Muhajirin dan Anshar, ﴾ يَقُولُونَ ﴿ "mereka berdoa," memberi nasihat untuk diri mereka sendiri dan seluruh kaum Muslimin, ﴾ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ ﴿ "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih da-hulu dari kami." Doa ini mencakup seluruh kaum Mukminin dari kalangan sahabat pendahulu dan orang-orang sebelum dan sesu-dah mereka. Inilah di antara salah satu keutamaan iman. Orang-orang Mukmin itu saling memberi manfaat bagi sesama dan saling men-doakan satu sama lain karena kebersamaan mereka dalam iman yang mengharuskan adanya ikatan persaudaraan di antara kaum Mukminin yang di antaranya adalah dengan saling mendoakan satu sama lain dan saling mencintai satu sama lain. Karena itu, dalam doa ini Allah سبحانه وتعالى menafikan sifat dengki dari hati orang-orang yang beriman, baik yang sedikit maupun yang banyak. Karena sifat dengki tidak ada di hati, maka yang ada adalah kebalikannya, yaitu sifat saling mencintai, saling memberi pertolongan, nasihat dan lainnya untuk sesama Mukmin yang termasuk hak-hak orang yang beriman. Allah سبحانه وتعالى menyifati generasi-generasi setelah sahabat dengan keimanan, sebab perkataan orang-orang Mukmin itu, ﴾ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ ﴿ "dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami," adalah dalil atas kebersamaan mereka dalam keimanan. Mereka adalah para pengikut sahabat dalam kaidah dan pondasi keimanan. Mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah di mana sifat sempurna ini hanya terwujud pada mereka. Allah سبحانه وتعالى juga menyebutkan sifat mereka dengan mengakui dosa-dosa serta meminta ampunan dari dosa-dosa serta saling memintakan ampunan satu sama lain serta usaha keras mereka untuk melenyapkan sifat dengki dan iri dari hati mereka terhadap sesama saudara seiman. Sebab doa mereka mengharuskan hal-hal yang telah kami sebut di atas yang men-cakup rasa saling mencintai satu sama lain, mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri dan memberi nasihat pada orang lain, baik ketika saudaranya ada, tidak ada, masih hidup atau sudah mati. Ayat ini menunjukkan bahwa saling mendoakan satu sama lain adalah di antara salah satu hak kaum Mukminin. Kemudian doa mereka diakhiri dengan dua nama mulia yang menunjukkan sempurnanya rahmat Allah سبحانه وتعالى dan sempurnanya kasih sayang serta kebaikanNya terhadap kaum Mukminin yang di antaranya (bahkan termasuk yang paling agung) adalah memberi taufik pada kaum Mukminin untuk saling menunaikan hak sesama dan hak-hak hamba Allah سبحانه وتعالى. Ketiga golongan tersebut adalah golongan umat ini yang ber-hak mendapatkan harta rampasan perang yang alokasinya meru-juk pada maslahat Islam. Mereka adalah kaum Muslimin dan ahli Islam. Semoga kita semua dimasukkan Allah سبحانه وتعالى dalam golongan mereka berkat karunia dan kemuliaanNya.