Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ar-Rahmaan
Surah 55

Ar-Rahmaan

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 76–77

مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِىٍّ حِسَانٍ 76 فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 77

(76-77) ﴾ مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ رَفۡرَفٍ خُضۡرٖ ﴿ "Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau," maksudnya, mereka para penghuni dua surga itu duduk bertelekan di atas bantal-bantal yang berwarna hijau, yaitu bantal (alas) yang berada di bawah[110] tempat duduk yang tinggi, yang menambah (ketinggian) tempat duduk mereka, sehingga terlihat bertumpuk rapi dari arah belakang tempat duduk mereka, karena bertambahnya keelokan dan keindahan pemandangan. ﴾ وَعَبۡقَرِيٍّ حِسَانٖ ﴿ "Dan permadani yang indah." اَلْعَبْقَرِيُّ adalah penisbatan segala sesuatu yang ditenun dengan tenunan indah dan mewah, oleh karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyifatinya dengan keindahan yang menyeluruh disebabkan karena ia memiliki sifat yang indah, elok dipandang dan halus disentuh. Dua surga tersebut berbeda dengan dua surga yang disebut-kan di awal tadi, sebagaimana hal itu disebutkan oleh Allah تعالى dalam FirmanNya, ﴾ وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ ﴿ "Dan selain dari surga itu ada dua surga lagi." Dan sebagaimana juga Allah telah menyifati (meng-gambarkan) dua surga yang pertama dengan berbagai sifat yang berbeda dengan sifat dua surga lainnya, Dia berfirman tentang dua surga pertama, ﴾ فِيهِمَا عَيۡنَانِ تَجۡرِيَانِ ﴿ "Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir" sedangkan tentang dua surga lainnya dia berfirman, ﴾ فِيهِمَا عَيۡنَانِ نَضَّاخَتَانِ ﴿ "Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar," dan tentunya telah diketahui adanya per-bedaan antara mengalir dan memancar. Kemudian Allah berfirman tentang dua surga yang pertama, ﴾ ذَوَاتَآ أَفۡنَانٖ ﴿ "Kedua surga itu mem-punyai pohon-pohonan dan buah-buahan" dan Dia tidak menyebutkan hal itu dalam dua surga lainnya, sebagaimana Dia juga berfirman tentang dua surga yang pertama, ﴾ فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٖ زَوۡجَانِ ﴿ "Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan" sedangkan tentang dua surga lainnya Dia berfirman,﴾ فِيهِمَا فَٰكِهَةٞ وَنَخۡلٞ وَرُمَّانٞ ﴿ "Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima," dan telah diketahui pula adanya perbedaan yang jauh antara dua penyifatan di atas. Allah berfirman tentang dua surga yang pertama, ﴾ مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ فُرُشِۭ بَطَآئِنُهَا مِنۡ إِسۡتَبۡرَقٖۚ وَجَنَى ٱلۡجَنَّتَيۡنِ دَانٖ ﴿ "Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra, dan buah-buahan surga itu dapat (dipetik) dari dekat" dan tidak menyatakan hal itu dalam menyifati dua surga lainnya, akan tetapi Dia berfirman, ﴾ مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ رَفۡرَفٍ خُضۡرٖ وَعَبۡقَرِيٍّ حِسَانٖ ﴿ "Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani yang indah." Dia berfirman tentang dua surga pertama, ﴾ فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ إِنسٞ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنّٞ ﴿ "Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin" sedangkan tentang dua surga lainnya Dia berfirman, ﴾ حُورٞ مَّقۡصُورَٰتٞ فِي ٱلۡخِيَامِ ﴿ "(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah," dan pada kedua penyifatan tersebut terdapat perbedaan sebagaimana telah diketahui. Tentang dua surga yang pertama Dia juga berfirman, ﴾ هَلۡ جَزَآءُ ٱلۡإِحۡسَٰنِ إِلَّا ٱلۡإِحۡسَٰنُ ﴿ "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)." Ayat ini menunjukkan bahwa dua surga yang pertama tersebut adalah sebagai balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan (al-Muhsinin), dan Allah سبحانه وتعالى tidak menyatakan akan hal itu dalam menyifati dua surga terakhir. Dengan menyebutkan dua surga pertama itu terlebih dahulu menunjukkan akan keutamaan kedua surga tersebut. Dengan beberapa aspek yang telah disebutkan di atas, dapat diketahui bahwa dua surga pertama adalah lebih utama daripada dua surga yang disebutkan selanjutnya. Kedua surga tersebut telah dipersiapkan bagi orang-orang yang didekatkan kepada Allah (al-Muqarrabin) dari kalangan para nabi, para shiddiqin, dan orang-orang pilihan dari hamba-hamba Allah yang shalih. Sedangkan kedua surga lainnya dipersiapkan bagi orang-orang yang beriman secara umum. Dan di setiap dari surga-surga tersebut (terdapat berbagai macam kenikmatan) yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbesit dalam benak manusia, di dalamnya terdapat segala sesuatu yang diinginkan oleh jiwa-jiwa dan nikmat dipandang, para penghuni-nya berada pada puncak kenikmatan, keridhaan, ketenangan dan tempat tinggal yang membahagiakan, hingga setiap dari mereka tidak melihat ada orang lain yang keadaannya lebih baik darinya dan tidak melihat ada orang lain yang mendapatkan kenikmatan lebih melimpah daripada yang sedang ia rasakan.