Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Najm
Surah 53

An-Najm

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 38–41

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ 38 وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ 39 وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ 40 ثُمَّ يُجْزَىٰهُ ٱلْجَزَآءَ ٱلْأَوْفَىٰ 41

(38-41) Terdapat berbagai hukum dalam lembaran-lem-baran itu, di antara yang terpenting adalah yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ 38 وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." Artinya, setiap orang akan menanggung akibat amalannya, baik maupun buruk. Setiap orang tidak akan menda-patkan balasan apa pun dari amalan orang lain dan tidak menang-gung dosa siapa pun. ﴾ وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diper-lihatkan (kepadanya)," yakni, di akhirat, dan kebaikan akan dipisah-kan dari keburukan, ﴾ ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ﴿ "kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna," yaitu yang menca-kup seluruh amal; amalan baik dibalas baik dan amalan buruk dibalas buruk. Balasan adil yang membuat semua manusia mengakuinya dan memuji Allah سبحانه وتعالى atas keadilanNya bahkan penghuni neraka sekalipun pada saat dimasukkan ke dalam neraka, tapi hatinya penuh pujian terhadap Rabb mereka serta mengakui kesempurna-an hikmah Nya dan marah terhadap diri mereka sendiri. Mereka mengetahui bahwa yang menyebabkan mereka masuk ke dalam tempat kembali yang paling buruk adalah diri mereka sendiri. Ada yang mengambil dalil dari Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," dengan berpendapat bahwa amal kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى tidak boleh di-hadiahkan kepada orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Menurut mereka, karena Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," sampainya usaha orang lain pada seseorang menafikan ayat ini. Cara pengambilan dalil ini perlu dikaji ulang, karena ayat ini menunjukkan, seseorang tidak akan mendapatkan apa pun selain yang telah dikerjakan sendiri, ini memang benar dan tidak perlu diperdebatkan, namun ayat ini tidak menunjukkan bahwa seseorang tidak mendapat manfaat dari hasil usaha orang lain jika yang bersangkutan menghadiahkannya pada yang lain. Sama seperti harta, seseorang tidak memiliki harta selain yang dimiliki, hal itu tidak mengharuskan yang bersangkutan tidak memiliki harta yang diberikan oleh orang lain kepadanya di samping harta yang dimilikinya itu.