Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Maaida
Surah 5

Al-Maaida

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 103

مَا جَعَلَ ٱللَّهُ مِنۢ بَحِيرَةٍ وَلَا سَآئِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَـٰكِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ 103

(103) Ini adalah celaan terhadap orang-orang musyrik yang membuat syariat dalam agama yang tidak diizinkan oleh Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah. Dengan akal mereka yang rusak, mereka menjadikan sebagian ternak mereka haram menurut istilah mereka yang menentang apa yang diturun-kan oleh Allah, FirmanNya, ﴾ مَا جَعَلَ ٱللَّهُ مِنۢ بَحِيرَةٖ ﴿ "Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahirah," yaitu, unta betina yang dibelah telinganya kemudian mereka mengharamkan untuk menaikinya. Menurut mereka ia harus dihormati. ﴾ وَلَا سَآئِبَةٖ ﴿ "Sa`ibah," yaitu, unta atau sapi betina atau domba yang telah mencapai sesuatu yang mereka sepakati. Mereka mem-biarkannya, tidak dikendarai, tidak dibebani, dan tidak dimakan dan sebagian dari mereka bernadzar menyisihkan sebagian harta-nya untuk dijadikan sa`ibah. ﴾ وَلَا حَامٖ ﴿ "Dan ham." Yakni, unta jantan yang tidak boleh di-kendarai dan dibebani jika ia telah mencapai kondisi yang dikenal di antara mereka. Semua itu diharamkan oleh orang-orang musyrik tanpa bukti dan dalil. Ia hanyalah kedustaan atas Nama Allah yang keluar dari kebodohan dan kedunguan mereka. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ وَلَٰكِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَۖ وَأَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ ﴿ "Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti," tanpa dalil naqli dan tanpa dalil aqli.