Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · As-Saaffaat
Surah 37

As-Saaffaat

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 48–49

وَعِندَهُمْ قَـٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ عِينٌ 48 كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُونٌ 49

(48-49) Setelah Allah menjelaskan makanan, minuman, dan tempat-tempat duduk mereka, di mana kebanyakan kenik-matan dan rinciannya sudah masuk dalam FirmanNya, ﴾ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "Surga-surga yang penuh kenikmatan," namun hal-hal tersebut di-rincikan agar diketahui lalu dirindukan oleh jiwa manusia, maka Allah kemudian menjelaskan istri-istri mereka seraya berfirman, ﴾ وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ عِينٞ ﴿ "Di sisi-sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya." Maksudnya, di sisi para penghuni negeri kenikmatan itu di tempat-tempat dekat (sekitar) mereka ada bida-dari-bidadari cantik jelita nan sempurna lagi tidak liar pandangan matanya, baik karena pandangan matanya hanya dibatasi kepada suaminya saja karena sangat menjaga kesuciannya dan tidak me-lampaui kepada selain suaminya, atau karena ketampanan suami dan kesempurnaannya hingga di surga itu ia tidak mencari selain dia, dan tidak suka kecuali kepadanya, atau juga karena dia mampu membatasi pandangan suaminya hanya kepada dirinya saja, dan hal ini membuktikan kesempurnaan dan kecantikannya yang luar biasa yang membuat pandangan sang suami hanya terpaku kepa-danya saja. Dan tidak liarnya pandangan mata juga menunjukkan pada tidak liarnya jiwa dan rasa kasih sayang kepadanya. Kedua makna di atas sangat mungkin dan keduanya shahih. Semua ini menunjukkan ketampanan kaum lelaki dan kejelita-an wanita di dalam surga dan kecintaan satu sama lainnya dengan cinta yang membuatnya tidak berkeinginan kepada yang lain dan betapa sangat terpeliharanya kehormatan mereka semuanya, dan bahwasanya tidak ada rasa hasad (iri hati), rasa saling membenci, ataupun rasa permusuhan di sana. Hal itu terjadi karena tidak adanya faktor-faktor penyebabnya. ﴾ عِينٞ ﴿ "Dan jelita matanya." Maksudnya, jelita dan molek ma-tanya, sedap dilihat, ﴾ كَأَنَّهُنَّ ﴿ "seakan-akan mereka," yakni, bidadari-bidadari itu ﴾ بَيۡضٞ مَّكۡنُونٞ ﴿ "adalah telur yang tersimpan dengan baik," maksudnya, tertutup, karena kecantikan dan kebeningannya, dan warna kulit mereka adalah warna kulit yang terindah dan merona, tidak ada cacat ataupun noda.