Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · As-Saaffaat
Surah 37

As-Saaffaat

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 35–36

إِنَّهُمْ كَانُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ 35 وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓا۟ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍۭ 36

(35-36) Kemudian Allah menjelaskan bahwa kejahatan mereka telah sampai pada puncaknya dan melampaui batas pun-caknya, seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, 'La ilaha illallah'," lalu diserukan kepadanya dan mereka diperintah supaya meninggal-kan penyembahan kepada selain Dia, ﴾ يَسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "mereka menyom-bongkan diri," darinya dan terhadap orang yang datang membawa-nya. ﴾ وَيَقُولُونَ ﴿ "Dan mereka berkata" dengan maksud menentangnya, ﴾ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا ﴿ "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan se-sembahan-sesembahan kami" yang tetap kami sembah dan juga oleh bapak-bapak kami hanya karena perkataan ﴾ لِشَاعِرٖ مَّجۡنُونِۭ ﴿ "seorang penyair gila?" Yang mereka maksud adalah Nabi Muhammad a. Mereka tidak cukup hanya berpaling darinya (semoga Allah meng-azab mereka) dan tidak pula hanya mendustakan hingga mereka mencapnya dengan hukum yang paling zhalim serta menjadikan-nya sebagai seorang penyair yang gila, padahal mereka mengetahui bahwa beliau tidak mengenal syair dan para penyair, tidak pula cirinya dan ciri mereka. Dan sesungguhnya beliau adalah manusia yang paling berakal dan paling lurus cara pandangnya.