Ar-Room
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَإِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْا۟ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَآ أَذَاقَهُم مِّنْهُ رَحْمَةً إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ 33 لِيَكْفُرُوا۟ بِمَآ ءَاتَيْنَـٰهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُوا۟ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ 34
(33-34) ﴾ وَإِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرّٞ ﴿ "Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya," (berupa) sakit atau rasa takut dari kematian atau lainnya, niscaya ﴾ دَعَوۡاْ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيۡهِ ﴿ "mereka menyeru Rabbnya dengan kembali bertaubat kepadaNya," mereka melupakan apa yang mereka persekutukan denganNya dalam kondisi itu, karena mereka tahu bahwa tidak ada yang dapat menyingkap bahaya itu kecuali Allah, maka ﴾ إِذَآ أَذَاقَهُم مِّنۡهُ رَحۡمَةً ﴿ "apabila Dia merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat dariNya," Dia menyembuhkan mereka dari sakitnya dan mengamankan mereka dari rasa takut, ﴾ إِذَا فَرِيقٞ مِّنۡهُم ﴿ "tiba-tiba sebagian dari mereka" merusak inabah yang mereka lakukan itu dan mereka mempersekutukanNya dengan sesuatu yang sama sekali tidak dapat membela mereka, tidak pula dapat membuat mereka kaya atau membuat mereka fakir. Semua itu adalah keingkaran terhadap apa yang Allah karuniakan dan anugerahkan kepada mereka, yang mana Dia telah menyelamatkan dan membebaskan mereka dari kesengsaraan dan melepaskan mereka dari kesempitan. Mengapa mereka tidak membalas nikmat mulia dengan bersyukur dan tulus ikhlas (bertauhid) kepadaNya dalam seluruh kondisi?