Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Aal-i-Imraan
Surah 3

Aal-i-Imraan

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 179

مَّا كَانَ ٱللَّهُ لِيَذَرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ ٱلْخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى ٱلْغَيْبِ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَجْتَبِى مِن رُّسُلِهِۦ مَن يَشَآءُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ 179

(179) Maksudnya, bukanlah merupakan hikmah Allah bahwa Dia membiarkan kaum Mukminin berada dalam kondisi seperti yang kalian alami berupa campur-baur dan tidak ada pem-bedaan, hingga Allah memilah orang yang buruk dari yang baik, orang Mukmin dari orang munafik, orang yang benar dari orang yang dusta. Dan bukan merupakan hikmahNya juga bahwa hamba-hambaNya mengetahui hal ghaib yang Dia ketahui pada hamba-Nya, maka hikmah Allah yang agung menghendaki agar Allah menguji para hambaNya dan memberikan cobaan kepada mereka dengan perkara yang dapat membedakan antara yang buruk dari yang baik dengan beberapa bentuk ujian dan cobaan. Maka Allah mengutus para rasulNya dan memerintahkan mereka untuk taat, patuh, dan beriman kepada mereka. Lalu Allah menjanjikan kepada mereka atas keimanan dan ketakwaan itu dengan pahala yang besar. Maka terpecahlah manusia dari segi keikutsertaannya kepada Rasul menjadi dua bagian; orang-orang yang taat dan orang-orang yang durhaka, orang-orang yang Mukmin dan orang-orang yang munafik, dan orang-orang Muslim dan orang-orang yang kafir; agar hal itu mengakibatkan adanya pahala dan hukuman, dan agar tampaklah keadilan, kemuliaan, dan hikmahNya kepada makhlukNya.