Al-Qasas
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَآءِىَ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ 62 قَالَ ٱلَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلْقَوْلُ رَبَّنَا هَـٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَغْوَيْنَآ أَغْوَيْنَـٰهُمْ كَمَا غَوَيْنَا ۖ تَبَرَّأْنَآ إِلَيْكَ ۖ مَا كَانُوٓا۟ إِيَّانَا يَعْبُدُونَ 63
(62-63) Ini adalah informasi dari Allah سبحانه وتعالى tentang apa yang akan Dia tanyakan kepada manusia di Hari Kiamat kelak, dan bahwa Dia akan menanyakan kepada mereka tentang prinsip-prinsip segala sesuatu, tentang ibadah kepada Allah dan memenuhi seruan para rasul, seraya berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ يُنَادِيهِمۡ ﴿ "Dan (ingatlah) pada hari di waktu Allah menyeru mereka" maksudnya, Allah menyeru orang-orang yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, mereka menyembahnya dan berharap mendapatkan manfaat darinya dan dapat menolak bahaya dari mereka. Allah menyeru mereka untuk menjelaskan kepada mereka ketidakberdayaan para sekutu itu dan kesesatan mereka, ﴾ فَيَقُولُ أَيۡنَ شُرَكَآءِيَ ﴿ "seraya berkata, 'Di manakah sekutu-sekutuKu'." Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى sama sekali tidak mempunyai sekutu, akan tetapi hal ini diungkapkan berdasarkan anggapan dan kedustaan yang mereka lakukan; oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ ﴿ "Yang dahulu kamu katakan?" Di mana mereka saat ini? Mana manfaat mereka? Mana pencegahan mereka? Sebagai-mana dimaklumi, bahwa pada saat itu akan menjadi jelas sekali bahwa sembahan yang mereka sembah dan yang mereka harapkan adalah palsu (batil) sirna dan begitu pula harapan mereka kepada-nya. Saat itulah mereka mengakui diri mereka sesat dan celaka. Oleh karenanya, Dia berfirman, ﴾ قَالَ ٱلَّذِينَ حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka," yaitu para pemim-pin dan para pembesar dalam kekafiran dan kejahatan, sambil me-ngakui kesesatan dan penyesatan mereka, ﴾ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Ya Rabb kami, mereka inilah," para pengikut, ﴾ ٱلَّذِينَ أَغۡوَيۡنَآ أَغۡوَيۡنَٰهُمۡ كَمَا غَوَيۡنَاۖ ﴿ "orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat." Maksudnya, semua kami sudah sama-sama sesat dan sudah pasti mendapatkan putusan azab, ﴾ تَبَرَّأۡنَآ إِلَيۡكَۖ ﴿ "kami menyata-kan berlepas diri (dari neraka) kepadaMu," dari peribadatan mereka. Maksudnya, kami berlepas diri dari mereka dan dari amal perbutan mereka, ﴾ مَا كَانُوٓاْ إِيَّانَا يَعۡبُدُونَ ﴿ "mereka sekali-kali tidak menyembah kami." Sebenarnya mereka hanya menyembah setan.