An-Naml
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَـٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَىٰٓ ۗ ءَآللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ 59
(59) Maksudnya, katakanlah, "Segala puji hanya milik Allah yang berhak mendapat kesempurnaan pujian, pujaan dan san-jungan, karena kesempurnaan sifat-sifatNya, keindahan kebaikan, karunia, keadilan dan kebijaksanaanNya dalam menimpakan hukuman terhadap orang-orang yang mendustakan dan menyiksa orang-orang yang zhalim. Dan berilah juga salam kepada hamba-hambaNya yang Dia pilih atas sekalian manusia, dari kalangan para nabi, para utusan, dan manusia-manusia pilihan Allah, Rabb semesta alam. Hal itu karena sangat tingginya kemuliaan mereka dan sebagai isyarat kepada kedudukan dan keselamatan mereka dari keburukan dan najis, dan kebersihan apa yang mereka katakan tentang Rabb mereka dari segala kekurangan dan aib (cela). ﴾ ءَآللَّهُ خَيۡرٌ أَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan denganNya?" Ini adalah kalimat tanya (yang jawabannya) sudah pasti dan telah dimaklumi. Maksudnya, Allah Rabb yang Mahaagung yang sempurna sifat-sifatNya, Mahabesar kelembutanNya yang lebih baik, ataukah patung-patung dan ber-hala-berhala yang mereka sembah selain Allah, sedangkan mereka lemah dari segala sisi, tidak bisa menimpakan madarat dan tidak pula dapat memberikan manfaat, tidak bisa menguasai untuk dirinya dan untuk para penyembahnya sebesar biji sawi pun dari kebaikan. Jadi, Allah yang lebih baik daripada sesuatu yang mereka persekutukan itu.