An-Naml
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَـٰمُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّى لَا يَخَافُ لَدَىَّ ٱلْمُرْسَلُونَ 10
(10) ﴾ وَأَلۡقِ عَصَاكَۚ ﴿ "Dan lemparkanlah tongkatmu," maka Musa pun melemparkannya. ﴾ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهۡتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنّٞ ﴿ "Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular yang gesit," ular jantan yang geraknya cepat, ﴾ وَلَّىٰ مُدۡبِرٗا وَلَمۡ يُعَقِّبۡۚ ﴿ "larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh" karena ketakutan kepa-da ular yang dia lihat sesuai tuntutan tabi'at manusia. Maka Allah berkata kepadaNya, ﴾ يَٰمُوسَىٰ لَا تَخَفۡ ﴿ "Hai Musa, janganlah kamu takut." Pada ayat yang lain Dia berfirman, ﴾ يَٰمُوسَىٰٓ أَقۡبِلۡ وَلَا تَخَفۡۖ إِنَّكَ مِنَ ٱلۡأٓمِنِينَ 31 ﴿ "Hai Musa, datanglah kepadaKu dan janganlah kamu takut. Sesung-guhnya kamu termasuk orang-orang yang aman." (Al-Qashash: 31). ﴾ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ﴿ "Sesungguhnya Aku, tidaklah orang yang dijadikan rasul takut di hadapanKu," karena seluruh hal-hal yang menakutkan sudah termuat dalam keputusan dan takdirNya dan pengendalian dan perintahNya. Maka, orang-orang yang telah diistimewakan oleh Allah dengan risalah (kerasulan)Nya dan dipi-lihNya untuk menerima wahyuNya maka tidak pantas bagi mereka untuk takut kepada selain Allah, terutama ketika Allah makin dekat kepada mereka dan selangkah akan berbicara dengannya.