Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Furqaan
Surah 25

Al-Furqaan

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 55

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْ ۗ وَكَانَ ٱلْكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِۦ ظَهِيرًا 55

(55) Maksudnya, mereka menyembah patung-patung dan orang-orang mati yang tidak (dapat) membahayakan dan tidak pula memberi manfaat, dan mereka menjadikannya sebagai sekutu-sekutu bagi Maha Pemilik manfaat dan bahaya, (Pemilik) pem-berian dan pencegahan; padahal yang wajib atas mereka adalah agar mereka menjadi orang-orang yang mengikuti petunjuk dan arahan Rabb mereka, serta membela agamaNya, namun mereka menyalahi perintah itu. ﴾ وَكَانَ ٱلۡكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِۦ ظَهِيرٗا ﴿ "Orang-orang kafir itu penolong (setan untuk durhaka) terhadap RabbNya." Jadi kebatilan itu adalah berhala-ber-hala dan sekutu-sekutunya yang menjadi musuh Allah. Orang kafir menolong dan membelanya melawan Rabbnya, dan ia menjadi musuh bagi Rabbnya dan menentangNya dalam permusuhan dan perang. Dia-lah Allah yang telah menciptakannya, memberinya rizki dan melimpahkan kepadanya berbagai nikmat yang nampak dan yang tidak nampak, sedangkan ia tidak keluar dari kekuasaan, kerajaan dan genggamanNya, dan Allah tidak pernah memutus kebaikan dan karuniaNya darinya, sedangkan dia dengan kebo-dohannya terus melakukan permusuhan dan penentangan.