An-Noor
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَـٰرَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلْقُلُوبُ وَٱلْأَبْصَـٰرُ 37
(37) Kemudian Allah memuji hamba-hambaNya yang telah memakmurkan masjid-masjidNya dengan ibadah. Dia berfirman, ﴾ يُسَبِّحُ لَهُۥ ﴿ "Dia bertasbih kepada Allah," secara ikhlas ﴾ بِٱلۡغُدُوِّ ﴿ "pada waktu pagi," yaitu pada permulaan hari ﴾ وَٱلۡأٓصَالِ ﴿ "dan waktu petang," penghujung siang, (maksudnya, yang bertasbih itu adalah) ﴾ رِجَالٞ ﴿ "laki-laki." Allah mengkhususkan dua waktu ini karena kemuliaan keduanya, kemudahan dan kegampangan untuk beribadah kepada Allah pada dua waktu itu. Termasuk dalam hal ini, bertasbih ketika shalat dan lainnya. Oleh karena itu, disyariatkan dzikir pagi dan sore hari dan wirid-wiridnya yang dibaca di pagi hari dan sore hari. Pengertiannya, kaum lelaki bertasbih kepadaNya pada waktu itu. Siapakah kaum lelaki yang dimaksud? Mereka bukanlah orang-orang yang lebih memperhatikan dunia (daripada Rabb me-reka), yang memiliki kelezatan-kelezatan, perniagaan dan usaha-usaha yang menyibukkan (manusia) dari Allah, yaitu ﴾ رِجَالٞ لَّا تُلۡهِيهِمۡ تِجَٰرَةٞ ﴿ "(laki-laki) yang tidak dilalaikan oleh perniagaan." Ini mencakup setiap pekerjaan yang ditujukan untuk mencari timbal-balik, maka jadilah Firman Allah ﴾ وَلَا بَيۡعٌ ﴿ "dan tidak (pula) oleh jual beli," masuk dalam kategori 'Athf al-khash ala al-Am' (menghubungkan kata yang khusus dengan jenis umumnya), karena banyaknya kesibukan dalam perdagangan daripada yang lainnya. Walaupun, para laki-laki itu berdagang dan berjual-beli, yaitu menjalankan urusan yang tidak dilarang, akan tetapi perkara-per-kara itu tidak melalaikan mereka sampai menyebabkan mereka lebih mengutamakan dan mementingkannya daripada ﴾ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ﴿ "mengingat Allah, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat," bahkan mereka menjadikan ketaatan dan ibadah kepada Allah sebagai sasaran bidikan dan penghujung tujuan mereka. Maka, setiap urusan yang menghalangi mereka dari tujuan mereka, niscaya akan mereka tampik. Tatkala mengenyampingkan dunia akan berat dirasa keba-nyakan jiwa manusia, sementara kecintaan kepada pekerjaan de-ngan berbagai perniagaannya menjadi urusan yang disukai, maka sangatlah sulit untuk melepaskannya pada umumnya dan tertun-tut untuk bekerja keras untuk mendahulukan hak Allah daripada itu, maka Allah menyebutkan sesuatu yang dapat merangsang ke-padanya, sebagai bentuk ajakan sekaligus ancaman dariNya. Allah berfirman, ﴾ يَخَافُونَ يَوۡمٗا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلۡقُلُوبُ وَٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang," karena dahsyatnya kengerian dan membuat hati dan badan merinding dengan kejadian itu. Oleh sebab itu, mereka takut akan hari itu, hingga mudah bagi mereka untuk beramal dan meninggalkan se-suatu yang dapat menyibukkan dirinya.