An-Noor
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
ٱلْخَبِيثَـٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَـٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَـٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَـٰتِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ 26
(26) ﴾ ٱلۡخَبِيثَٰتُ لِلۡخَبِيثِينَ وَٱلۡخَبِيثُونَ لِلۡخَبِيثَٰتِۖ ﴿ "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wa-nita-wanita yang keji (pula)," maksudnya, setiap yang keji dari kaum lelaki dan wanita (berupa) kata-kata dan perbuatan-perbuatan akan bersesuaian, sejalan dan serupa dengan yang keji. Dan setiap yang baik, dari kalangan lelaki dan wanita (berupa) kata-kata dan perbuatan-perbuatan akan selaras, bertalian dan menyerupai de-ngan kebaikan. Ini adalah ungkapan umum, dan pembingkaian yang tidak ada sesuatu pun yang keluar darinya. Dan komponen-nya yang paling agung adalah bahwa para nabi, (khususnya dari kalangan ulul 'azmi, terutama penghulu mereka, Nabi Muhammad, yang merupakan sebaik-baik insan secara mutlak) mereka tidak sederajat kecuali dengan wanita-wanita yang baik. Jadi, mencoreng kehormatan Aisyah dengan tuduhan ini (perzinaan) berarti telah mencoreng Nabi. Sebenarnya, beliaulah yang dibidik oleh orang-orang munafik dengan dusta mereka. Dengan status Aisyah sebagai istri Rasulullah semata sudah dapat diketahui bahwa Aisyah adalah wanita yang baik lagi bersih dari perkara nista itu. Bagaimana mungkin (fitnah) itu terjadi sedangkan dia adalah wanita yang paling besar kepercayaannya (kepada Nabi), paling utama, paling berilmu dan terbaik, seorang kekasih bagi utusan Allah yang tidak pernah terjadi wahyu ditu-runkan kepada beliau ketika berada dalam selimut bersama para istri-istri selain dia?![17] Kemudian Allah menegaskan hal ini, di mana tidak menyisa-kan komentar lagi bagi para penolak, dan tidak ada ruang untuk ragu-ragu dan syubhat. Allah berfirman, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَۖ ﴿ "Me-reka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu)," pada asalnya, isyarat ini mengarah kepada Aisyah, sedangkan para wanita Mukminah yang baik-baik, yang tidak pernah berpikir untuk berbuat tak senonoh ikut masuk ke dalam konteksnya yaitu mendapatkan ﴾ مَّغۡفِرَةٞ ﴿ "ampunan," yang meng-hapuskan semua dosa ﴾ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ﴿ "dan rizki yang mulia," di surga, yang berasal dari Rabb Yang Mahamulia.