Al-Muminoon
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا وَمَا نَحْنُ لَهُۥ بِمُؤْمِنِينَ 38
(38) ﴾ إِنۡ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ بِهِۦ جِنَّةٞ ﴿ "Dia tidak lain hanyalah seorang lelaki yang berpenyakit gila"[8] karena itu, dia membawa penetapan tentang pengesaan Allah (dalam ibadah) dan tempat kembali (kebangkit-an)! ﴾ فَتَرَبَّصُواْ بِهِۦ حَتَّىٰ حِينٖ ﴿ "Maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu," maksudnya gugurkanlah hukuman bunuh dan jenis hukuman lain darinya sebagai bentuk penghormatan baginya, lan-taran dia seorang yang gila, yang tidak bisa dihukum disebabkan sesuatu yang diucapkannya. Maksudnya, menurut anggapan me-reka yang batil, sudah tidak tersisa lagi acara berdebat dengannya menyangkut kebenaran risalah yang ia bawa. Mereka telah ber-asumsi bahwa risalahnya batil. Ungkapan yang masih tersisa ialah apakah perlu mereka menghukuminya atau tidak? Berdasarkan sangkaan mereka, bahwa akal-akal mereka yang matang menyim-pulkan membiarkannya hidup, tanpa menghukumnya, meskipun terdapat alasan yang kuat (untuk menghukumnya). Lalu apakah ada penentangan dan kekufuran yang lebih fatal dari ini?!