Al-Muminoon
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنتُمْ تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَنَّكُم مُّخْرَجُونَ 35 هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ 36
(35-36) Ketika mereka mengingkari dan menampik risalah beliau, mereka (juga) mengingkari keterangan yang beliau sampai-kan, yaitu tentang kebangkitan setelah kematian dan pembalasan amalan-amalan. Mereka berkata, ﴾ أَيَعِدُكُمۡ أَنَّكُمۡ إِذَا مِتُّمۡ وَكُنتُمۡ تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَنَّكُم مُّخۡرَجُونَ 35 هَيۡهَاتَ هَيۡهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ 36 ﴿ "Apakah dia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang bahwa kamu sungguh akan dikeluarkan (dari kuburmu. Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu," maksudnya begitu jauh, begitu jauh apa yang dia janjikan kepada kalian, berupa kebangkitan sesudah kalian terkoyak-koyak dalam keadaan men-jadi tanah dan tulang-belulang. Mereka memandang dengan perspektif yang kerdil dan meli-hatnya dari sudut kemampuan mereka sebagai perkara yang tidak mungkin terjadi. Mereka membandingkan kekuasaan al-Khaliq Allah dengan kemampuan-kemampuan mereka. Mahatinggi Allah (dari ucapan mereka). Akhirnya, mereka mengingkari kekuasaan Allah untuk menghidupkan orang-orang yang sudah mati dan benar-benar menyatakanNya lemah. Mereka lupa terhadap proses penciptaan mereka pertama kali, dan Dzat yang menciptakan me-reka dari barang yang tak berwujud, maka untuk mengembalikan wujud mereka setelah hancur akan lebih ringan bagiNya. Dua ke-jadian itu mudah bagiNya. Kenapa mereka tidak mengingkari saja awal mula penciptaan mereka dan menyikapi realita-realita yang konkret sembari menga-takan, "Sesungguhnya kami senantiasa ada," agar pengingkaran mereka terhadap kebangkitan tidak dipertanyakan lagi, sehingga kemudian argumentasinya dialihkan ke masalah penetapan wujud Dzat Yang Menciptakan lagi Mahaagung? Di sini masih ada dalil lain (untuk membungkam mereka), yaitu, Dzat yang menghidup-kan bumi setelah kematiannya, Dia adalah Dzat yang benar-benar berkuasa untuk menghidupkan orang-orang yang telah mati dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Masih ada bukti lain, yakni jawaban yang disampaikan oleh Allah kepada orang-orang yang mengingkari kebangkitan dalam FirmanNya, ﴾ بَلۡ عَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡ فَقَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا شَيۡءٌ عَجِيبٌ 2 أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗاۖ ذَٰلِكَ رَجۡعُۢ بَعِيدٞ 3 ﴿ "(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir, 'Ini adalah suatu yang amat ajaib. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin'." (Qaf: 2-3). Maka Allah menjawab mereka dengan, ﴾ قَدۡ عَلِمۡنَا مَا تَنقُصُ ٱلۡأَرۡضُ مِنۡهُمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka," yaitu saat hancur-lebur ﴾ وَعِندَنَا كِتَٰبٌ حَفِيظُۢ ﴿ "dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat)." (Qaf: 4).