Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Taa-Haa
Surah 20

Taa-Haa

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 37–39

وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً أُخْرَىٰٓ 37 إِذْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّكَ مَا يُوحَىٰٓ 38 أَنِ ٱقْذِفِيهِ فِى ٱلتَّابُوتِ فَٱقْذِفِيهِ فِى ٱلْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ ٱلْيَمُّ بِٱلسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّى وَعَدُوٌّ لَّهُۥ ۚ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّى وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِىٓ 39

(37-39) Setelah menyebutkan karuniaNya yang tercurah-kan kepada hamba dan RasulNya, Musa bin Imran dalam bentuk penguasaan agama, menerima wahyu dan risalah serta menjawab permohonannya, Allah mengingatkan kenikmatanNya yang ter-limpahkan kepadanya pada masa pertumbuhan fisik dan perkem-bangan tahapan-tahapannya. Allah berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ مَنَنَّا عَلَيۡكَ مَرَّةً أُخۡرَىٰٓ 37 ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kali yang lain," saat itu Kami mengilhamkan ibumu untuk meletakkanmu ke dalam sebuah peti (untuk dihanyutkan ke sungai) pada saat engkau masih berada di masa persusuan lantaran takut kepada Fir'aun. Karena ia (Fir'aun) menitahkan penyembelihan anak laki-laki Bani Isra`il. Maka si ibu menyembunyikannya, dan benar-benar mengkhawatirkan (keadaan)-nya. Ia pun meletakkannya di peti itu, selanjutnya, mengapungkan-nya di sungai, yaitu sisi sungai Nil Mesir. Allah memerintahkan sungai itu agar melontarkannya ke tepian dan mengondisikannya agar diambil oleh orang yang paling bengis permusuhannya kepada Allah dan Musa. Ia (Musa) tumbuh berkembang di tengah anak-anaknya. Menjadi buah hati bagi orang yang melihatnya. Karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَأَلۡقَيۡتُ عَلَيۡكَ مَحَبَّةٗ مِّنِّي ﴿ "dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariKu." Setiap orang yang melihat beliau, langsung menyukainya. ﴾ وَلِتُصۡنَعَ عَلَىٰ عَيۡنِيٓ 39 ﴿ "Dan supaya kamu diasuh di bawah (pengawasan) MataKu," maksudnya engkau tumbuh di bawah pengawasan, penjagaan, dan pemeliha-raanKu. Manakah pengawasan dan jaminan yang lebih agung dan lebih sempurna daripada perlindungan Dzat Yang Mahabaik, Maha Penyayang dan Mahakuasa untuk mendistribusikan kemaslahatan-kemaslahatan bagi hambaNya dan menyingkirkan bahaya-bahaya dariNya? Tidaklah beliau melewati satu kondisi ke kondisi berikut-nya melainkan pasti Allah-lah yang mengatur semua urusan itu untuk kebaikan Musa.