Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Israa
Surah 17

Al-Israa

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 60

وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِٱلنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا ٱلرُّءْيَا ٱلَّتِىٓ أَرَيْنَـٰكَ إِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَٱلشَّجَرَةَ ٱلْمَلْعُونَةَ فِى ٱلْقُرْءَانِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَـٰنًا كَبِيرًا 60

(60) ﴾ وَإِذۡ قُلۡنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِٱلنَّاسِۚ ﴿ "Dan (ingatlah), ketika Kami wah-yukan kepadamu, 'Sesungguhnya Rabbmu meliputi segala manusia'," yaitu ilmu dan kekuasaanNya. Maka tidak ada bagi mereka tempat berlindung dariNya, dan tidak ada tempat persembunyian bagi mereka dariNya. Maka, ini sudah cukup bagi orang-orang yang berakal untuk meninggalkan segala sesuatu yang Allah benci yang (ilmu dan kekuasaanNya) meliputi segala sesuatu. ﴾ وَمَا جَعَلۡنَا ٱلرُّءۡيَا ٱلَّتِيٓ أَرَيۡنَٰكَ ﴿ "Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu," kebanyakan ahli tafsir mengartikan kata 'ar-ru`ya' ter-sebut dengan malam Isra` ﴾ وَٱلشَّجَرَةَ ٱلۡمَلۡعُونَةَ ﴿ "dan pohon kayu yang ter-kutuk," yang disebutkan ﴾ فِي ٱلۡقُرۡءَانِۚ ﴿ "dalam al-Qur`an," yaitu pohon Zaqqum yang tumbuh di dasar Neraka Jahim. Pengertian ayat ini adalah, apabila dua perkara ini saja sudah menjadi sumber fitnah bagi manusia, sehingga orang-orang kafir terus terang dengan keingkarannya, dan kejahatan mereka semakin menjadi-jadi, sementara sebagian orang yang lemah imannya kem-bali menjadi kafir, (hanya) dengan sebab kabar berita yang Rasu-lullah sampaikan tentang kejadian-kejadian (luar biasa) di malam Isra`, yaitu perjalanan (yang dimulai) dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa, yang merupakan peristiwa yang sangat luar biasa, dan informasi tentang adanya pohon yang tumbuh di dasar Neraka Jahim termasuk kejadian yang di luar kewajaran, ini saja sudah me-nyebabkan orang-orang itu mendustakan, maka bagaimana sean-dainya mereka menyaksikan ayat-ayat Allah yang lebih besar dan kejadian-kejadian yang lebih luar biasa? Bukankah hal itu akan se-makin menyebabkan kenaikan tingkat keburukan mereka? Oleh karenanya, Allah pun merahmati mereka dan memalingkannya dari mereka. Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa tidak dijelaskannya se-cara rinci peristiwa-peristiwa luar biasa yang akan terjadi di masa mendatang dalam al-Kitab dan as-Sunnah adalah lebih utama dan lebih baik. Karena perkara-perkara besar yang belum pernah disak-sikan padanannya oleh orang-orang, mungkin saja akal-akal mereka tidak mau menerimanya. [Apabila mereka diberitahu sebelum ter-jadinya peristiwa itu], maka hal itu berpotensi menimbulkan ke-raguan di hati orang-orang Mukmin, dan menjadi penghalang bagi orang-orang yang belum masuk Islam dan membuat orang lari dari Islam. Akan tetapi, Allah menggunakan lafazh-lafazh umum yang mencakup semua kejadian yang akan terjadi. Wallahu a'lam. ﴾ وَنُخَوِّفُهُمۡ ﴿ "Dan Kami menakut-nakuti mereka," dengan ayat-ayat. ﴾ فَمَا يَزِيدُهُمۡ ﴿ "Tetapi yang demikian itu tidaklah menambah mereka," maksud-nya, ancaman itu (tidaklah menambah mereka) ﴾ إِلَّا طُغۡيَٰنٗا كَبِيرٗا ﴿ "me-lainkan kedurhakaan yang besar," ungkapan ini lebih mewakili predikat keburukan dan rasa cinta terhadap keburukan itu, kebencian mereka terhadap kebaikan dan kepongahan kepadanya.