Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Hijr
Surah 15

Al-Hijr

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 67–69

وَجَآءَ أَهْلُ ٱلْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ 67 قَالَ إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ ضَيْفِى فَلَا تَفْضَحُونِ 68 وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ 69

(67-69) ﴾ وَجَآءَ أَهۡلُ ٱلۡمَدِينَةِ ﴿ "Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth)", yaitu kota tempat Nabi Luth berada[11] ﴾ يَسۡتَبۡشِرُونَ ﴿ "dengan gembira (karena kedatangan tamu-tamu itu)," maksudnya mereka sa-ling menyampaikan kabar gembira kepada sebagian lainnya ten-tang tamu-tamu Nabi Luth, ketampanan wajah mereka dan kemam-puan mereka untuk dapat menguasai para tamu itu. Hal itu, lantaran mereka berniat untuk melangsungkan perbuatan keji terhadap para tamu itu. Orang-orang itu datang dan sampai ke rumah Nabi Luth. Mereka mulai membujuk Nabi Luth supaya menyerahkan tamu-tamunya. Sedangkan Nabi Luth benar-benar memohon perlindungan (kepada Allah) dari mereka seraya berkata, ﴾ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ضَيۡفِي فَلَا تَفۡضَحُونِ 68 وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُخۡزُونِ 69 ﴿ "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka jangan-lah kamu memberi malu (kepadaku). Dan bertakwalah kepada Allah, dan janganlah kamu membuat aku terhina," maksudnya yakinilah pertama-tama bahwa Allah itu mengawasi kalian. Jika memang tidak ada rasa takut pada kalian kepada Allah, maka janganlah kalian mem-permalukan aku di hadapan tamu-tamuku dan selanjutnya kalian melakukan perbuatan yang bejat dengan mereka.