Yunus
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
هُوَ ٱلَّذِى يُسَيِّرُكُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا كُنتُمْ فِى ٱلْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِم بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا۟ بِهَا جَآءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَآءَهُمُ ٱلْمَوْجُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ لَئِنْ أَنجَيْتَنَا مِنْ هَـٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ 22 فَلَمَّآ أَنجَىٰهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۗ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُم ۖ مَّتَـٰعَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 23
(22-23) Manakala Allah menetapkan kaidah umum ten-tang keadaan manusia pada saat mendapatkan kemudahan setelah kesulitan, kebahagiaan setelah kesedihan, maka Dia menyebutkan keadaan yang mendukung hal tersebut yaitu keadaan mereka di laut yang bergejolak dan ketakutan mereka terhadap akibatnya. Dia berfirman, ﴾ هُوَ ٱلَّذِي يُسَيِّرُكُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِۖ ﴿ "Dia-lah Rabb yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, dan (berlayar) di lautan." Dengan sebab-sebab yang Dia menunjukkannya kepadamu dan memudahkannya untukmu. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا كُنتُمۡ فِي ٱلۡفُلۡكِ ﴿ "Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera", yaitu kapal laut, ﴾ وَجَرَيۡنَ بِهِم بِرِيحٖ طَيِّبَةٖ ﴿ "dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik", yang sesuai dengan keinginan mereka tanpa gejolak dan kesulitan, ﴾ وَفَرِحُواْ بِهَا ﴿ "dan mereka bergembira karenanya", dan mereka tenang kepadanya, manakala mereka dalam kondisi tersebut, tiba-tiba datang kepada mereka ﴾ رِيحٌ عَاصِفٞ ﴿ "angin badai", yang sangat kencang. ﴾ وَجَآءَهُمُ ٱلۡمَوۡجُ مِن كُلِّ مَكَانٖ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُمۡ أُحِيطَ بِهِمۡ ﴿ "Dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah ter-kepung (bahaya)." Maksudnya, mereka mengetahui bahwa itu adalah kematian, maka ketika itu terputus sudah ketergantungan mereka dengan makhluk. Mereka menyadari bahwa yang bisa menyelamat-kan mereka dari kesulitan ini hanyalah Allah semata, maka mereka memohon kepadaNya ﴾ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ﴿ "dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya semata-mata." Mereka berjanji kepada diri mereka sendiri dengan pasti. ﴾ لَئِنۡ أَنجَيۡتَنَا مِنۡ هَٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ 22 فَلَمَّآ أَنجَىٰهُمۡ إِذَا هُمۡ يَبۡغُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّۗ ﴿ "(Mereka berkata), 'Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang ber-syukur'. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka mem-buat kezhaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar." Maksudnya, mereka melupakan kesulitan dan doa tersebut serta apa yang me-reka wajibkan atas diri mereka sendiri, lalu mereka menyekutukan Allah dengan sesuatu yang dia sendiri mengakui bahwa dia tidak mampu menepis kesulitan dan mengangkat musibah. Mengapa mereka tidak mengikhlaskan ibadah kepada Allah dalam keadaan senang sebagaimana mengikhlaskannya dalam keadaan sulit? Akan tetapi akibat dari kezhalimannya akan kembali menimpa dirinya sendiri. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَا بَغۡيُكُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۖ مَّتَٰعَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezhalimanmu akan menim-pa dirimu sendiri, (hasil kezhalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi." Maksudnya, paling-paling yang kamu harapkan dan kamu dapatkan dari kezhalimanmu dan penyimpanganmu dari keikhlasan kepada Allah hanyalah bagian kecil dari dunia dan kedudukannya yang rendah yang akan lenyap dengan cepat dan berlalu dengan segera lalu kamu pun meninggalkannya walaupun kamu tidak meng-inginkannya. ﴾ ثُمَّ إِلَيۡنَا مَرۡجِعُكُمۡ ﴿ "Kemudian kepada Kamilah kembalimu", pada Hari Kiamat ﴾ فَنُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." Ini adalah peringatan keras kepada mereka agar tidak terus menerus berjalan di atas perbuatan mereka.