Nooh
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
أَلَمْ تَرَوْا۟ كَيْفَ خَلَقَ ٱللَّهُ سَبْعَ سَمَـٰوَٰتٍ طِبَاقًا 15 وَجَعَلَ ٱلْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ ٱلشَّمْسَ سِرَاجًا 16
{15 - 16} Vile vile akatumia ushahidi wa kuumbwa kwa mbingu ambako ni kukubwa kuliko kuumbwa kwa watu, akasema: "Kwani hamwoni jinsi Mwenyezi Mungu alivyoziumba mbingu saba kwa matabaka?" Yaani, kila mbingu iko juu ya nyingine. "Na akaufanya mwezi ndani yake uwe nuru" kwa wakazi wa ardhini, "na akalifanya jua kuwa taa?" Katika haya kuna tanabahisho juu ya ukubwa wa maumbile ya vitu hivi, na wingi wa manufaa katika jua na mwezi, yanayoashiria rehema za Mwenyezi Mungu na upana wa wema wake. Kwa hivyo, Mkuu, Mwingi wa rehema anastahili kutukuzwa, kupendwa, kuogopwa na kutumainiwa.