Al-Ahqaf
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِىَ ٱللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءُ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ 32
{32} "Na wasiomwitikia Mwitaji wa Mwenyezi Mungu, basi hao hawatashinda katika ardhi" kwa maana Mwenyezi Mungu ana uwezo mno juu ya kila kitu, kwa hivyo hakuna mwenye kukimbia anayeweza kumkimbia wala hakuna mshindi anayeweza kumshinda. "Wala hawatakuwa na walinzi mbele yake. Hao wamo katika upotovu ulio dhahiri." Na ni upotovu gani mbaya zaidi kuliko upotovu wa yule anayelinganiwa na Mitume, na waonyaji wakamfikia kwa ishara mbalimbali zilizo wazi na hoja nyingi sana, lakini akazipa mgongo?