Adh-Dhaariyat
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
فَأَقْبَلَتِ ٱمْرَأَتُهُۥ فِى صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ 29
(29) Услышав приятную новость, жена Ибрахима вышла к гостям и от радости принялась кричать и бить себя по лицу. Это свидетельствует о том, что женщины часто ведут се- бя непредсказуемо и вопреки всякой логике. Она воскликнула: «Неужели у меня бу- дет ребенок?! В моем возрасте женщины не могут рожать, да и сама я — бесплодна». В этом аяте упоминаются две причины, по которым жена Ибрахима не могла родить ребенка. В суре «Худ» названа третья причина: «Она сказала: “Горе мне! Неужели я рожу? Ведь я — старуха, и мой муж — старик”» (11:72).