Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Alaq
Surah 96

Al-Alaq

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 15–16

كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِٱلنَّاصِيَةِ 15 نَاصِيَةٍ كَـٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ 16

(15-16) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam bila ia terus-mene-rus berada dalam kondisinya seraya berfirman, ﴾ كـَلَّا لَئِن لَّمۡ يَنتَهِ ﴿ "Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti" dari perbuatannya, ﴾ لَنَسۡفَعَۢا بِٱلنَّاصِيَةِ ﴿ "nis-caya Kami tarik ubun-ubunnya," yakni Kami akan mencabut ubun-ubunnya secara kasar, dan memang demikian halnya, karena ia adalah ﴾ نَاصِيَةٖ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٖ ﴿ "ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka"; berdusta dalam perkataannya dan durhaka dalam perbuatannya.