Al-Inshiqaaq
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ 20 وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ ٱلْقُرْءَانُ لَا يَسْجُدُونَ ۩ 21 بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُكَذِّبُونَ 22 وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ 23 فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ 24
(20-24) Meski demikian, masih banyak manusia yang tidak beriman, ﴾ وَإِذَا قُرِئَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقُرۡءَانُ لَا يَسۡجُدُونَۤ۩ ﴿ "dan apabila al-Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud," yakni tidak tunduk merendah-kan diri untuk al-Qur`an dan tidak tunduk pada perintah dan la-rangannya. ﴾ بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُكَذِّبُونَ ﴿ "Bahkan orang-orang kafir itu mendus-takan(nya)," yakni mendustakan kebenaran setelah jelas, sehingga tidak aneh bila mereka tidak beriman dan tidak tunduk pada al-Qur`an. Orang yang mendustakan kebenaran adalah pembang-kang yang tidak memiliki tipu daya di dalamnya. ﴾ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا يُوعُونَ ﴿ "Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka)," yakni, terhadap apa yang mereka lakukan dan yang mereka niatkan secara rahasia. Allah سبحانه وتعالى mengetahui rahasia dan perbuatan terang-terangan mereka dan akan membalas amal per-buatan mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَبَشِّرۡهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿ "Maka berilah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih." Berita dinamakan juga kabar gembira, karena berita itu berpengaruh di diri manusia, baik berita menyenangkan atau menyedihkan.