Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Anfaal
Surah 8

Al-Anfaal

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 7

وَإِذْ يَعِدُكُمُ ٱللَّهُ إِحْدَى ٱلطَّآئِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ ٱلشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُحِقَّ ٱلْحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦ وَيَقْطَعَ دَابِرَ ٱلْكَـٰفِرِينَ 7

(7) Keluarnya kaum Muslimin pada mulanya adalah untuk mencegat kafilah dagang besar Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb yang sedang berangkat ke Syam. Manakala kaum Muslimin mendengar kepulangan kafilah tersebut dari Syam, Nabi ﷺ mengajak para sahabat, maka berangkatlah tiga ratus ditambah belasan orang dengan dilengkapi tujuh puluh unta yang mereka tunggangi secara bergiliran sekaligus untuk mengangkut perleng-kapan mereka. Orang-orang Quraisy mendengar persiapan kaum Muslimin tersebut, maka mereka pun keluar demi melindungi ka-filah mereka dengan kekuatan pasukan, senjata, dan kuda dalam jumlah yang besar. Jumlah mereka mendekati seribu prajurit. Allah menjanjikan kepada orang-orang Mukmin satu dari dua perkara: menguasai kafilah dagang atau memenangi peperangan. Kaum Muslimin menyukai yang pertama karena minimnya persiapan mereka dan tentu tanpa peperangan yang berarti. Akan tetapi Allah تعالى menginginkan dan mencintai perkara yang lebih tinggi daripada apa yang mereka inginkan. Allah ingin kaum Muslimin memenang-kan peperangan yang dihadiri oleh para pembesar dan tokoh Quraisy. Allah ingin menetapkan yang haq dengan kalimat-kalimatNya dan memenangkan pengikutnya. ﴾ وَيَقۡطَعَ دَابِرَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Dan memusnahkan orang-orang kafir." Yakni mengikis pengikut kebatilan dan menun-jukkan pertolonganNya untuk kebenaran kepada hamba-hambaNya yang sebelumnya tidak mereka duga.