Al-Waaqia
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَأَصْحَـٰبُ ٱلْيَمِينِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلْيَمِينِ 27 فِى سِدْرٍ مَّخْضُودٍ 28 وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ 29 وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ 30 وَمَآءٍ مَّسْكُوبٍ 31 وَفَـٰكِهَةٍ كَثِيرَةٍ 32 لَّا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ 33 وَفُرُشٍ مَّرْفُوعَةٍ 34
(27-34) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa yang telah Dia persiapkan bagi golongan kanan seraya berfirman, ﴾ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu," maksudnya kedudukan dan kondisi mereka amatlah agung, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ ﴿ "berada di antara pohon bidara yang tidak berduri," mak-sudnya tidak memiliki duri dan ranting yang tidak enak dipandang lagi membahayakan, dan digantikan di tempat tersebut dengan buah yang baik (lezat dan bermanfaat). Dan pohon bidara itu me-miliki keistimewaan, yakni pohonnya yang sangat rindang nan teduh dan biasa digunakan sebagai tempat beristirahat. ﴾ وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ ﴿ "Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)." اَلطَّلْحُ adalah se-buah pohon yang telah dikenal di kalangan masyarakat, yaitu po-hon besar yang biasanya didapati di daerah pedalaman yang pada pelepahnya tersusun buahnya yang enak dan lezat. ﴾ وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ ﴿ "Dan air yang tercurah," maksudnya di dalam surga banyak didapati mata air dan sungai-sungai yang mengalir terus menerus. ﴾ وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ 32 لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ 33 ﴿ "Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak ber-henti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya," maksudnya, buah-buahan tersebut tidaklah seperti yang ada di dunia, di mana dalam waktu tertentu akan berhenti berbuah dan tidak bisa dipetik, arti-nya tidak mudah bagi orang yang ingin menikmatinya (setiap kali mau). Akan tetapi buah-buahan di surga itu akan selalu ada dan dapat dipetik dari dekat, di mana seorang hamba penghuni surga akan dapat mengambilnya dalam keadaan apa pun. ﴾ وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ ﴿ "Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk" yakni memiliki ketebalan (ketinggian) yang melebihi semua kasur yanga ada (di dunia), dan kasur-kasur tersebut terbuat dari sutra, emas dan mutiara, serta dari sesuatu yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah سبحانه وتعالى.