Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Fath
Surah 48

Al-Fath

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 18–19

لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَـٰبَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا 18 وَمَغَانِمَ كَثِيرَةً يَأْخُذُونَهَا ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا 19

(18-19) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang karunia, rahmat, serta keridhaanNya terhadap kaum Mukminin yang berbai'at setia kepada Rasulullah a dalam peristiwa pembai'atan yang membuat wajah mereka putih bersinar, dan dengan bai'at itu pun mereka mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Penyebab bai'at ini, yaitu yang dikenal dengan Bai'at ar-Ridhwan adalah karena Allah سبحانه وتعالى ridha terhadap kaum Mukminin yang melakukan bai'at setia itu. Disebut juga bai'at orang-orang yang berada di sekitar pohon, yaitu pada saat pembicaraan antara Rasulullah a dan kaum musy-rikin berlangsung dalam perjanjian Hudaibiyah mengenai sebab kedatangan Rasulullah a ke Makkah, Rasulullah a tidak datang untuk memerangi seorang pun, Rasulullah a datang hanya untuk mengunjungi Baitullah serta untuk mengagungkannya. Kemudian Rasulullah a mengirim Utsman bin Affan ke Makkah untuk meng-utarakan tujuan kedatangan Rasulullah a. Kemudian tersiar berita bohong bahwa Utsman dibunuh. Kemudian Rasulullah a me-ngumpulkan kaum Mukminin yang turut bersama Rasulullah a yang jumlahnya sekitar seribu lima ratus orang, dan mereka pun berbai'at setia kepada Rasulullah a di bawah sebatang pohon untuk memerangi kaum musyrikin dan tidak akan lari hingga me-reka gugur sekalipun. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia ridha terhadap kaum Mukminin pada saat itu yang mana bai'at itu merupakan salah satu ketaatan terbesar serta ibadah paling luhur. ﴾ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمۡ ﴿ "Maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka," yakni, Allah سبحانه وتعالى mengetahui keimanan mereka,﴾ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "lalu menurunkan ketenangan atas mereka," sebagai rasa terima kasih Allah سبحانه وتعالى terhadap keimanan yang terdapat dalam diri mereka, Allah سبحانه وتعالى menambahkan petunjuk pada mereka dan Allah سبحانه وتعالى juga mengetahui kesedihan dalam benak mereka karena isi-isi perjanjian yang disyaratkan oleh kaum musyrikin terhadap Rasu-lullah a, kemudian Allah سبحانه وتعالى menurunkan ketenangan yang mem-buat hati mereka kokoh dan damai, ﴾ وَأَثَٰبَهُمۡ فَتۡحٗا قَرِيبٗا ﴿ "dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)." Yaitu penaklukan Khaibar yang hanya diikuti oleh orang-orang yang ikut serta dalam peristiwa Hudaibiyah, sehingga harta ram-pasannya khusus bagi mereka sebagai balasan untuk mereka dan sebagai ucapan terima kasih atas ketaatan terhadap Allah سبحانه وتعالى serta menunaikan amalan yang membuatNya ridha yang dilakukan oleh kaum Mukminin, ﴾ وَمَغَانِمَ كَثِيرَةٗ يَأۡخُذُونَهَاۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمٗا ﴿ "serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan Allah Mahaper-kasa lagi Mahabijaksana." Allah سبحانه وتعالى memiliki keperkasaan dan kekua-saan yang memaksa segala sesuatu. Andai Allah سبحانه وتعالى berkehendak, tentu kaum Muslimin akan dapat mengalahkan kaum kafir dalam setiap peperangan, namun Allah سبحانه وتعالى Mahabijaksana, yang menguji sebagian mereka dengan yang lain; Allah سبحانه وتعالى menguji orang-orang Mukmin dengan kemenangan orang kafir.