Muhammad
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
أَمْ حَسِبَ ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَن لَّن يُخْرِجَ ٱللَّهُ أَضْغَـٰنَهُمْ 29
(29) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَمۡ حَسِبَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ ﴿ "Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira," yakni seperti penyakit syubhat atau syahwat yang bisa mengeluarkan hati dari kondisinya yang bersih dan lurus; bahwasanya Allah سبحانه وتعالى tidak akan mencabut kedengkian dan permusuhan dari hati mereka ter-hadap Islam dan kaum Muslimin? Ini adalah dugaan yang tidak patut bagi kebijaksanaan Allah سبحانه وتعالى, karena Allah سبحانه وتعالى pasti membeda-kan antara orang yang benar dan orang yang dusta dengan cara diberi ujian dan berbagai musibah yang bagi siapa pun yang ke-imanannya tetap kokoh, maka dialah orang yang beriman sejati dan siapa pun yang balik ke belakang dan tidak bersabar ketika ditimpa ujian, merasa sedih serta imannya melemah, pada saat itu keluarlah kedengkian dalam hati mereka dan kemunafikannya bisa terlihat jelas. Inilah tuntutan hikmah yang ditetapkan Allah.