Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Jaathiya
Surah 45

Al-Jaathiya

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 37

وَلَهُ ٱلْكِبْرِيَآءُ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 37

(37) ﴾ وَلَهُ ٱلۡكِبۡرِيَآءُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Dan bagiNya-lah keagungan di langit dan di bumi." Artinya, hanya milikNya keluhuran, keagungan, dan pujian. Pujian mencakup sanjungan untuk Allah سبحانه وتعالى karena sifat-sifatNya yang sempurna, kecintaan, kemuliaan dan keagunganNya yang mencakup kebesaran dan keagunganNya. Ibadah dibangun diatas dua rukun; rasa cinta kepada Allah سبحانه وتعالى dan tunduk padaNya. Keduanya berasal dari pengetahuan tentang pujian, keluhuran dan kebesaran Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dia-lah Yang Mahaperkasa" atas segala sesuatu, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksana," yakni meletakkan segala sesuatu pada tempatnya masing-masing. Allah سبحانه وتعالى tidak mensyariatkan se-suatu melainkan berdasarkan hikmah dan kemaslahatan dan tidak menciptakan sesuatu kecuali untuk suatu manfaat.

Selesai tafsir Surat al-Jatsiyah, segala puji, nikmat, dan karunia hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.