Az-Zukhruf
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَقَالَ إِنِّى رَسُولُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ 46
(46) Ketika Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَسۡـَٔلۡ مَنۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلۡنَا مِن دُونِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ءَالِهَةٗ يُعۡبَدُونَ ﴿ "Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, 'Adakah Kami menentukan sesembahan-sesembahan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah'." Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi Nabi Musa عليه السلام dan seruannya yang meru-pakan seruan termasyhur di antara para rasul, dan juga karena Allah سبحانه وتعالى sering menyebutnya di dalam al-Qur`an. Allah سبحانه وتعالى menye-butkan kondisinya bersama Fir'aun seraya berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan mem-bawa mukjizat-mukjizat Kami," yang secara pasti menunjukkan ke-benaran yang dibawanya seperti tongkat, ular, belalang, kutu dan mukjizat lain untuk Fir'aun dan tentaranya (pemuka kaumnya) seraya berkata, ﴾ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Rabb seru sekalian alam," Musa mengajak mereka untuk mengakui Rabb mereka dan melarang mereka untuk menyembah selainNya.