Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Az-Zumar
Surah 39

Az-Zumar

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 4

لَّوْ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا لَّٱصْطَفَىٰ مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ ۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ 4

(4) ﮋ لَّوۡ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدٗا ﮊ "Kalau sekiranya Allah hendak meng-ambil "anak," sebagaimana diyakini oleh makhluk-makhluk yang dungu, ﮋ لَّٱصۡطَفَىٰ مِمَّا يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ ﮊ "tentu Dia akan memilih apa yang di-kehendakiNya di antara ciptaanNya." Maksudnya, niscaya Dia memilih salah satu ciptaanNya yang Dia kehendaki dan Dia istimewakan untuk diriNya dan menjadikannya seperti anak dan tidak perlu mengambil istri. ﮋ سُبۡحَٰنَهُۥۖ ﮊ "Mahasuci Dia" dari apa-apa yang didugakan oleh orang-orang kafir atau dari apa-apa yang dinisbatkan kepadaNya oleh orang-orang yang mulhid. ﴾ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." Yakni, Yang Esa dalam DzatNya, dalam nama-nama dan sifat-sifatNya serta dalam perbuatanNya, maka tidak ada yang serupa sedikitpun denganNya dalam hal itu dan tidak ada pula yang semisal denganNya. Maka kalau ia mempunyai anak, niscaya ia harus serupa denganNya dalam keesaanNnya, karena anak adalah merupakan sebagian dariNya dan bagian dariNya. Yang Maha Mengalahkan seluruh alam atas (langit) dan alam bawah (bumi). Kalau seandainya Dia punya anak, maka anak itu tidak akan dikalahkan dan sudah tentu ia sangat dimanjakan oleh bapak-nya. Padahal keesaan Allah سبحانه وتعالى dan kemahatidakterkalahkanNya itu adalah satu kesatuan. Jadi, yang Esa itu tidak mungkin ada kecuali Maha Mengalahkan; dan yang Maha Mengalahkan itu tidak mung-kin ada kecuali pasti Esa. Yang demikian ini menafikan persekutuan bagiNya dari segala sisinya.