As-Saaffaat
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
إِلَّا مَنْ خَطِفَ ٱلْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌ ثَاقِبٌ 10
(10) Kalau saja Allah سبحانه وتعالى tidak mengecualikan, niscaya hal itu menjadi dalil yang membuktikan bahwasanya setan-setan itu tidak akan dapat mendengar apa pun sama sekali. Akan tetapi Dia berfir-man, ﴾ إِلَّا مَنۡ خَطِفَ ٱلۡخَطۡفَةَ ﴿ "Akan tetapi barangsiapa yang mencuri (pendengar-an." Maksudnya, kecuali siapa di antara setan-setan pembangkang itu yang mengambil secara rahasia dan mencuri satu kata,﴾ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ ثَاقِبٞ ﴿ "maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang" kadang ia dapat menghanguskannya sebelum setan itu menyampaikannya kepada para sekutunya sehingga berita dari langit pun terputus (terjaga), dan kadang ia sempat menyampaikannya sebelum suluh api itu menghanguskannya. Pada saat itulah setan-setan itu menambah kalimat yang dicuri itu dengan seratus dusta, mereka mempropa-gandakannya disebabkan satu kata yang berhasil ia curi dari langit.