Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ar-Room
Surah 30

Ar-Room

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 29

بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَهْوَآءَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ فَمَن يَهْدِى مَنْ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّـٰصِرِينَ 29

(29) Apabila sudah diketahui dari perumpamaan di atas bahwa orang yang mengambil sekutu dari selain Allah yang ia sembah dan bertawakal kepadanya dalam segala urusannya, maka ia sama sekali tidak memiliki kebenaran. Apa gerangan yang telah membuat mereka lancang melakukan perkara yang batil (palsu) yang sangat jelas kepalsuannya, sudah tampak buktinya? Yang membuat mereka melakukan semua itu adalah sikap menurut hawa nafsu. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَهۡوَآءَهُم بِغَيۡرِ عِلۡمٖۖ ﴿ "Tetapi orang-orang yang zhalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan," mereka diseret oleh nafsu mereka yang lemah itu, yang dari kelemahannya tampak apa yang disukai oleh hawa nafsunya, suatu perkara yang diyakini secara pasti akan kesesatan-nya oleh akal, dan ditolak oleh fitrah tanpa dilandasi ilmu yang menunjukkan mereka padanya ataupun burhan (argumen) yang membimbing mereka kepadanya, ﴾ فَمَن يَهۡدِي مَنۡ أَضَلَّ ٱللَّهُۖ ﴿ "maka siapa-kah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah?" Maksud-nya, jangan heran akan ketiadaan hidayah mereka, karena sesung-guhnya mereka disesatkan oleh Allah karena kezhaliman mereka; dan tidak ada jalan untuk memberi hidayah kepada orang yang disesatkan Allah, karena tidak ada seorang pun yang dapat mela-wan Allah atau merampas kerajaanNya. ﴾ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ ﴿ "Dan tiada-lah bagi mereka seorang penolong pun," yang bisa menolong mereka saat keputusan azab diputuskan terhadapnya, dan terputuslah semua hubungan dan ikatan dari mereka.