Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Naml
Surah 27

An-Naml

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 42

فَلَمَّا جَآءَتْ قِيلَ أَهَـٰكَذَا عَرْشُكِ ۖ قَالَتْ كَأَنَّهُۥ هُوَ ۚ وَأُوتِينَا ٱلْعِلْمَ مِن قَبْلِهَا وَكُنَّا مُسْلِمِينَ 42

(42) ﴾ فَلَمَّا جَآءَتۡ ﴿ "Dan ketika Balqis datang," menghadap Sulai-man, maka Sulaiman memperlihatkan kepadanya singgasana itu, yang mana Balqis belum lama meninggalkannya di negerinya. Dan ﴾ قِيلَ أَهَٰكَذَا عَرۡشُكِۖ ﴿ "ditanyakanlah kepadanya, 'Serupa inikah singgasanamu?'" Maksudnya, sesungguhnya kami yakin bahwa Anda mempunyai singgasana yang sangat besar. Apakah ia serupa dengan singgasana yang kami perlihatkan kepada Anda ini? ﴾ قَالَتۡ كَأَنَّهُۥ هُوَۚ ﴿ "Dia menjawab, 'Seakan-akan singgasana ini singgasanaku'." Ini menunjukkan kecer-dasan dan kepandaiannya. Ia tidak mengatakan, "ia ini" karena adanya perubahan dan modifikasi pada singgasana tersebut, dan dia juga tidak menafikan kalau itu adalah singgasananya, karena dia memang mengenalnya. Maka dari itu dia mengungkapkan jawabannya dengan ungkapan yang mengandung dua kemung-kinan, mengandung dua sayap makna. Maka Sulaiman dengan rasa kagum kepada kehebatan dan kecerdasannya, dan rasa bersyukur kepada Allah karena telah mengaruniakan kepada dirinya karunia yang lebih besar daripada yang dikaruniakanNya kepada Balqis, berkata, ﴾ وَأُوتِينَا ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهَا ﴿ "Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya." Maksudnya, hidayah, kecer-dasan dan ketegasan sebelum ratu ini, ﴾ وَكُنَّا مُسۡلِمِينَ ﴿ "dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.' Inilah hidayah yang sesungguhnya yang (sangat) bermanfaat. Dan ada kemungkinan bahwa ungkapan ini adalah perkataan sang ratu Saba` itu (yang artinya), dan kami telah diberi pengeta-huan tentang kerajaan Sulaiman, kekuasaan dan kehebatannya sebelum keadaan di mana kami melihat kemampuannya meng-hadirkan singgasana ini dari jarak yang sangat jauh. Maka dari itu kami tunduk kepadanya, kami datang dengan berserah diri dan tunduk kepada kekuasaannya.