Al-Muminoon
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
قُلْ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ 88 سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ 89
(88-89) Berikutnya, beralih kepada pengakuan mereka mengenai sesuatu yang lebih umum dari itu semuanya. Allah ber-firman, ﴾ قُلۡ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيۡءٖ ﴿ "Katakanlah, 'Siapakah yang di Tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu'." Maksudnya, segala kerajaan di wilayah atas maupun di wilayah bawah, yang dapat kita saksi-kan maupun tidak dapat kita tangkap. Kata malakut, merupakan bentuk mubalaghah (exaggeration), yang artinya kerajaan. ﴾ وَهُوَ يُجِيرُ ﴿ "Sedang Dia melindungi," para hambaNya dari ke-jelekan dan menyingkirkan hal-hal yang tidak mengenakkan, serta melindungi mereka dari marabahaya yang membahayakan mereka. ﴾ وَلَا يُجَارُ عَلَيۡهِ ﴿ "Tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)Nya," maksudnya tidak ada seorang pun yang mampu menghalangi Allah dan menyingkirkan keburukan yang telah Allah tetapkan. Bahkan tidak ada seorang pun yang bisa mengeluarkan syafa'at di sisiNya kecuali dengan izinNya. ﴾ سَيَقُولُونَ لِلَّهِۚ ﴿ "Mereka akan menjawab, 'Ke-punyaan Allah'," mereka akan menyampaikan pengakuan bahwa Allah-lah Dzat Yang Memiliki segala sesuatu, Yang melindungi, tanpa ada kekuatan apa pun yang sanggup menghalangi (siksa)Nya. ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," kepada mereka manakala mengakuinya untuk menuntut mereka ﴾ فَأَنَّىٰ تُسۡحَرُونَ ﴿ "maka dari jalan manakah kamu ditipu," kemana akal-akal kalian lenyap, saat kalian beribadah kepada obyek-obyek yang sudah kalian ketahui tidak mempunyai kerajaan, ataupun tidak mempunyai bagian dari kerajaan itu. Me-reka lemah dari seluruh segi, sementara kalian meninggalkan pe-murnian ibadah kepada Dzat Pemilik Yang Mahaagung, Mahakuasa, Yang Mengatur segala urusan? Akal-akal yang menuntun kalian kepada fakta ini, telah ter-sihir. Tidak syak lagi telah dirasuki sihir oleh setan melalui tipuan yang ia hiasi dengan indah pada pandangan mereka dan ia telah mempercantiknya dan memutarbalikkan fakta kepada mereka, hingga berhasil menyihir akal-akal mereka, sebagaimana para tu-kang sihir berhasil memperdayai pandangan manusia.