Al-Muminoon
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَلَوْ رَحِمْنَـٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّ لَّلَجُّوا۟ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ 75
(75) Ini adalah penjelasan tentang kerasnya penolakan dan penentangan mereka, dan bahwa bila mereka terhimpit oleh mara bahaya, maka mereka memohon kepada Allah agar menyingkirkan-nya dari mereka supaya nanti mereka beriman. Atau Allah menguji mereka dengan itu, supaya mereka kembali kepadaNya. Sesung-guhnya Allah bila telah menyirnakan mara bahaya itu, ﴾ لَّلَجُّواْ ﴿ "benar-benar mereka terus-menerus," maksudnya kontinyu ﴾ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ ﴿ "terombang-ambing dalam pelampauan batas (kafir) mereka," maksudnya mereka mondar-mandir dalam kubangan kekufuran mereka dalam keadaan bingung dan ragu-ragu, sebagaimana keterangan Allah tentang mereka saat berada di atas kapal, mereka memanjatkan doa dengan mengikhlaskan doa hanya kepada Allah dan melupa-kan sesembahan-sesembahan yang mereka sekutukan (bersama Allah). Manakala Allah telah menyelamatkan mereka, dengan tiba-tiba mereka lebih menyukai syirik dan lainnya di daratan.