Taa-Haa
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
إِنَّمَآ إِلَـٰهُكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ وَسِعَ كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا 98
Manakala sudah menjadi jelas kebatilannya bagi mereka, maka Musa memberitahukan kepada mereka tentang Dzat yang berhak disembah satu-satunya, tiada sekutu bagiNya. Musa berkata,
(98) Maksudnya, tidak ada sesembahan (yang berhak di-sembah) kecuali WajahNya Yang Mulia. Tidak boleh disembah, dicintai, diharap, ditakuti, diseru kecuali Dia. Dia-lah Dzat yang sempurna yang mempunyai nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang tinggi, yang ilmuNya meliputi segala sesuatu, yang tidak ada satu pun kenikmatan pada manusia melainkan (pasti) bersumber dariNya, tidak sanggup menyingkirkan kejelekan kecuali Dia. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah selainNya.