Maryam
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا 56
(56) Maksudnya, ceritakanlah dalam kitab ini dengan me-nunjukkan kesan pemuliaan dan pengagungan, dan menyemat-kan sifat kesempurnaan Idris, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقٗا نَّبِيّٗا 56 ﴿ "Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi." Allah me-madukan dua sifat bagi Nabi Idris (yaitu) sifat shiddiqiyyah yang mencakup pembenaran yang sempurna, ilmu yang paripurna, keyakinan yang kokoh, serta amal shalih, dengan keterpilihannya untuk memperoleh wahyu dan mengemban risalahNya.