Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Israa
Surah 17

Al-Israa

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 88

قُل لَّئِنِ ٱجْتَمَعَتِ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأْتُوا۟ بِمِثْلِ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِۦ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا 88

(88) Ini adalah dalil yang pasti dan petunjuk yang terang atas kebenaran dan kelurusan apa yang dibawa Rasulullah ﷺ. Allah menantang kalangan manusia dan jin supaya mendatangkan se-suatu yang serupa dengan al-Qur`an. Allah memberitahukan bah-wasanya mereka tidak akan pernah mampu mendatangkan sesuatu yang semisal al-Qur`an. Meskipun mereka saling bekerjasama untuk itu, mereka tidak akan mampu. Maka terjadilah sebagaimana yang dikabarkan Allah تعالى. Sesungguhnya motivasi-motivasi dari musuh Allah yang men-dustakan al-Qur`an sangat banyak untuk membantah (al-Qur`an) yang beliau bawa dengan cara apa pun. Padahal mereka adalah orang-orang yang ahli dalam bahasa dan kefashihan. Seandainya mereka memiliki keahlian dan kemampuan sedikit saja untuk itu, tentu mereka akan melakukannya. Dengan itu bisa diketahui bah-wasanya mereka itu tertunduk sangat dalam secara suka rela mau-pun terpaksa. Mereka itu terlalu lemah untuk mengadakan penen-tangan terhadap al-Qur`an. Bagaimana mungkin makhluk yang berasal dari tanah, me-miliki kekurangan dari segala sisi, –yang tidak mempunyai ilmu, kemampuan, kemauan, keinginan, pembicaraan dan kesempurnaan melainkan datang dari Rabbnya– dapat menantang perkataan Rabb bumi dan langit, Dzat yang mengetahui segala perkara yang ter-sembunyi, Dzat yang memiliki kesempurnaan dan pujian yang mutlak dan kemuliaan yang agung, Dzat yang seandainya lautan itu dijadikan tinta kemudian ditambahkan lagi tujuh lautan sebagai tambahan dan seluruh pepohonan dijadikan pena untuk menulis-kan kalimat-kalimatNya, tentulah tinta-tinta itu akan habis dan pena-pena rusak, sementara kalimat-kalimatNya belum selesai dituliskan? Sebagaimana tidak ada satu makhluk pun yang menyerupai Allah dalam sifat-sifatNya, maka PerkataanNya termasuk sifat-sifat Allah yang tidak ada seorang pun yang dapat menyerupai Allah di dalamnya. Tidak ada sesuatu pun yang menyerupaiNya, baik dalam dzat, sifat, nama maupun perbuatanNya. Maka celakalah orang yang menyamakan Kalamullah dengan perkataan makhluk dan menyangka bahwa Muhammad-lah yang mengada-adakan hal itu atas Nama Allah dan membuatnya sendiri.