Al-Israa
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ قَالَ ءَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا 61
(61) Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi telah mengingat-kan para hambaNya akan dahsyatnya permusuhan dan kegigihan setan untuk menyesatkan mereka. Dan bahwa tatkala Allah men-ciptakan Adam, setan berlagak sombong untuk sujud kepadanya, ﴾ قَالَ ﴿ "dia berkata," dengan penuh kesombongan, ﴾ ءَأَسۡجُدُ لِمَنۡ خَلَقۡتَ طِينٗا ﴿ "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan berupa tanah?" yaitu dari tanah. Dengan prasangkanya, dia lebih baik daripada Adam karena tercipta dari api. Sungguh telah dibahas betapa buruk-nya qiyas (analogi) yang batil ini dari banyak segi.